“Kita berharap kehadiran mereka akan menjadi garda terdepan, untuk mendeteksi anak-anak di lingkungan sekitar kita yang mengalami gizi buruk (stunting),” ucapnya.
Rosita menyebutkan, berdasarkan data tahun lalu, kasus Stunting di Halmahera Selatan yang sebelumnya berada di urutan tertinggi kedua se Provinsi Maluku Utara, sekarang sudah turun ke peringkat tiga.
Menurutnya, wilayah Halsel seharusnya tidak ada Stunting karena di daerah ini mempunyai kekayaan alam yang luar biasa, seperti kekayaan laut hasil perikanan yang berlimpah dan makanan-makanan yang sehat.
“Munculnya stunting itu salah satunya disebabkan karena faktor ekonomi. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan harus selalu ditingkatkan melalui berbagai metode kampanye dan edukasi,” tandas Rosita.
Ia berharap, dengan penandatangan MoU ini, Pemkab Halmahera Selatan dan Muslimat NU saling bersinergi guna mempercepat penurunan angka stunting di daerah berjuluk Bumi Saruma itu.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!