“Nah, seragam paskibraka dari sisi kualitas sangat jauh tidak seperti biasanya. Menurut pengakuan paskibraka, saat seragamnya dicuci semuanya luntur,” katanya.
“Bahkan para paski juga kecewa soal konsumsi makan mereka, karena pada saat di hari H itu mereka hanya dikasih makan dengan bubur kacang ijo. Kok seperti itu yang pelayanan Pemda kepada mereka, ini sangat prihatin bagi saya,” sambungnya.
Judi bilang, jika situasi ini tidak dibenahi Pemkab Morotai, dikhawatirkan tentu akan mempengaruhi psikologi para paskibraka yang mengikuti seleksi di tahun mendatang, bahkan tak ada yang mau turut terlibat di setiap kegiatan 17 Agustus.
“Menurut saya, Pemkab Morotai sudah tidak ada hati lagi, bayangkan saja adik-adik yang belum tahu apa-apa itu keluh seperti ini. Itu hanya setingkat hal-hal kecil saja perhatian Pemkab sudah tidak maksimal begitu, apalagi hal besar, coba dibayangkan,” sesalnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!