Rasmin menilai, pembangunan fasilitas rumah sakit yang dibangun ini terkesan hanya menghamburkan anggaran daerah. “Yang pasti kita akan minta Dinkes dan pihak rumah sakit untuk bisa memanfaatkan ruangan yang ada karena banyak ruangan yang dibangun tapi tidak difungsikan, ini mubazir,” katanya.
Rasmin lantas membeberkan, fasilitas rumah sakit yang mubazir itu yakni bangunan fisik seperti ruang inap yang menelan anggaran Rp 35 miliar lebih, bangunan HC dan OK menelan anggaran Rp 10 miliar, kemudian bangunan IPAL Rp 5 miliar, ruang reservas Rp 9,9 miliar dan ruang operasi yang anggarannya Rp 2 miliar. Bangunan-bangunan ini sudah selesai dibangun tapi tidak difungsikan.
“Jadi kalau pihak rumah sakit beralasan bahwa tidak difungsikan karena kekurangan listrik ataukah alkes, saya kira itu bukan alasannya. Gedungnya dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tetapi tidak berfungsi, tentunya kan itu sangat berpengaruh,” tandasnya.
Rasmin berjanji, DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan mereka terkait hal ini.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!