Kendala di lapangan kata Halid, akibat keterlambatan mobilisasi matrial toko yang dikirim dari Surabaya dan Kota Ternate bahkan juga ada masalah urgen yaitu tunggakan pembayaran material pasir dan batu milik warga.
“Tapi, keterlambatan pembayaran material lokal (pasir dan batu) sudah diselesaikan pihak rekanan. Rumitnya juga ada masalah pihak tukang saling fitnah akhirnya sebagian tidak lagi lanjut kerja karena diberhentikan,” sebut Halid.
Menurut Halid, sumber anggaran proyek RS Pratama di Kecamatan Pulau Makian ini dari APBN (DAK fisik) tahun 2023 sebesar Rp 44,2 miliar lebih dan sudah dicairkan uang mukanya sebesar 20 persen kepada pihak rekanan sebesar Rp 8 miliar lebih.
“Prinsipnya, kami tetap melakukan pengawasan dan pengawalan agar pekerjaan RS rampung seperti yang diharapkan dalam target perencanaan berdasarkan kontrak pekerjaan,” akui Halid memastikan tetap optimis pekerjaan RS Pratama bisa tuntas ditangani rekanan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!