“Memang ada sebelumnya tapi sudah lama rusak, makanya kita kerja sama dengan Dinkes Kota, karena sesuai ketentuan kita bisa kerjasama dengan daerah terdekat,” katanya.
Natsir mengungkapkan, untuk volume pengiriman sampah berbahaya tersebut sangat relatif sesuai dengan produksi sampah medis yang dihasilkan oleh RSUD Kota Maba.
“Tergantung, ada yang sebulan sekali, sebenarnya tergantung kalau volume produksi sampah sudah penuh kita langsung kirim ke Ternate,” terang Natsir.
Sementara itu, dirinya mengungkapkan saat ini RSUD Kota Maba sangat membutuhkan peralatan tersebut agar sampah medis ini bisa dihancurkan di Haltim.
“Peralatan yang kita butuh bukan saja itu, tetap juga alat pengisian oksigen, karena sangat vital digunakan di rumah sakit,” pungkasnya. (RH/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!