Olehnya itu, lanjut Agung, dengan keterbatasan personil yang ada di jajaran Mapolres Pulau Morotai, maka nanti akan ada backup dari Polda Maluku Utara.
“Didalam rencana itu kita juga akan melibatkan atau meminta bantuan personil dari Polda, untuk membackup wilayah-wilayah yang rawan kericuhan. itu dimulai dari personil Sabhara dan Brimob,” ujarnya.
Lanjut Agung, pihaknya juga sudah membuat peta rawan konflik di sejumlah wilayah di Morotai.
“Untuk rawan konflik di Morotai sesuai dengan pengamatan kemudian perkembangan situasi sampai saat ini yang dibilang rawan seperti Morotai Utara, karena jarak tempuh yang lokasi cukup jauh itu,” ungkap Agung.
“Sehingga untuk personil Polres Morotai sendiri akan berada dititik kota Morotai Selatan. Sedangkan personil-personil yang lain khususnya BKO dari Polda itu ditempatkan di Morotai Utara, kemudian di Morotai Selatan juga. Jadi memang pembagiannya supaya terkafer,” tambahnya.
Agung juga mengungkapkan, pihaknya akan memanfaatkan program Polisi RW untuk memberikan morning kepada masyarakat guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di masyarakat.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!