Ia juga menambahkan, pelaku wisata terutama pemilik homestay perlu mendapatkan sebuah pelatihan khusus dalam pengelolaan agar menambah mindset pelaku usaha.
Hal ini juga penting dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan ketersediaan fasilitas yang baik di tengah persaingan dalam dunia pariwisata. Karena dengan pelatihan yang baik, maka pengelolaan homestay akan mampu menarik wisatawan untuk datang dengan sebuah jaminan kebersihan, rasa aman dan nyaman.
“Kami meminta kepada para peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya serta bisa menerapkannya di homestay masing-masing,” harapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Ade Soleman dalam laporannya mengatakan, tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi pengelola homestay agar lebih profesional dan berkualitas dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.
“Pelatihan ini akan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 40 orang peserta pengelola homestay,” kata Ade.
Terpisah, koordinator kegiatan pelatihan, Julaiha Fabanyo mengharapkan agar pelatihan yang berlangsung ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku usaha di bidang pariwisata, khususnya yang bergerak di sektor akomodasi (Homestay).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!