Morotai, Maluku Utara- Untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) didunia kepariwisataan, Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai melalui Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata mengadakan kegiatan pelatihan.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta dari kawula muda di Morotai. Para peserta ini nantinya disiapkan pemerintah sebagai pemandu wisata selancar atau surfing.
Pelatihan tersebut berlangsung di gedung Irama Cafe Boswezend, Pandanga di Kecamatan Morotai Selatan, Kamis (01/12/2022), pukul 09.30 WIT.
Kegiatan ini digelar selama tiga hari sejak tanggal 1-3 Desember 2022. Adapun pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta, dari pelaku wisata selancar atau surfing di Pulau Morotai.
Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, F. Revi Dara, saat membuka acara ini berharap kegiatan tersebut akan membawa manfaat besar untuk pengembangan SDM, peningkatan skill dan kompetensi terkini para peserta.
Untuk itu, sambung dia, semua yang hadir disini terutama para peserta yang telah memperoleh materi maupun praktik nantinya, agar kiranya dapat meneruskan kepada mereka yang berminat untuk memotivasi sehingga dapat bersama-sama memanfaatkan potensi yang digemari secara luas di Kabupaten Pulau Morotai.
“Jadi ada sekitar 8 spot surfing di Morotai yang telah dikembangkan oleh Dinas pariwisata,” ungkap Revi.
Hanya saja, kata Revi, dari proses pengembangan itu, masih memerlukan intervensi dari pemerintah, terutama Dispar agar dapat berjalan maksimal.
“Misalnya saja, surfing center di Desa Aru Burung, saya melihat perlu adanya perhatian, agar tetap didayagunakan secara baik. Begitu juga dengan yang sudah terbangun ditempat lain,” tukasnya.
Untuk itu, harapannya melalui kegiatan ini semua peserta pelatihan agar mengambil tanggung jawab atas fasilitas sarana dan prasarana yang telah disiapkan.
“Jangan sampai wisatawan yang jauh-jauh datang dengan niat khusus, akhirnya kecewa akibat dari kita, sebab belum maksimal. Dan pada akhirnya mereka kecewa, maka tidak ada jaminan untuk kunjungan yang kedua kali atau ketiga kalinya,” tandas Revi.
Terpisah, Kadispar Pulau Morotai, Kalbi Rasyid, mengatakan kegiatan pelatihan ini bertujuan meningkatkan potensi wisata, karena selancar merupakan bagian dari pariwisata Morotai.
“Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi bagi para pemandu wisata selancar, agar dapat lebih profesional dalam pemanduannya, sehingga memberikan dampak pelayanan yang lebih berkualitas bagi wisatawan,” kata Kalbi.
Ia menambahkan, di Kabupaten Pulau Morotai memiliki beragam potensi wisata yang menarik untuk dikembangkan diantaranya wisata alam, wisata sejarah dan budaya serta wisata buatan termasuk wisata minat khusus seperti seperti wisata selancar/surfing.
“Selancar atau biasa disebut surfing adalah salah satu olahraga air yang terbilang menantang namun dapat dijadikan sebagai aktivitas pariwisata yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Dispar Pulau Morotai, Muksin Soleman, saat diwawancara mengatakan di Morotai, terdapat 8 Desa yang memiliki potensi data tarik wisata surfing seperti di Desa Galo-Galo, Buho-Buho, Bido, Bere-Bere, Sakita, Sopi, Sopi Majiko, dan Aru Burung.
“Inilah yang menjadi dasar utama Dispar Pulau Morotai melakukan kegiatan pelatihan sebagai bentuk pengembangan SDM Kepariwisataan dibidang Pariwisata dan Pelaku usaha Pariwisata khusunya pelatihan pemandu wisata selancar atau surfing tahun 2022,” tutup Muksin. (Tir-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!