Outlet ini dibuka untuk pelayanan publik sama halnya dengan pelayanan di Kantor Dukcapil ketika membuka pelayanan untuk perekaman KTP.
“Jadi, konsep gedung DPM-PTSP Halsel nantinya akan dijadikan sebagai alternatif pelayanan publik bagi setiap OPD lingkup Pemkab,” ujarnya.
Menurut Farid, Pemkab tahun ini sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar. Anggaran itu difokuskan untuk menangani bagian sisi depan sehingga bisa segera difungsikan.
“Target kita tahun ini gedung DPM-PTSP sudah dapat difungsikan. Apabila pekerjaan bagian sisi depan pemasangan tehel, plafon dan instalasi sudah tuntas dikerjakan,” tambahnya.
Ia merincikan, hingga tuntas 100 persen, gedung kantor DPM-PTSP Halsel ini setidaknya membutuhkan penambahan alokasi anggaran kurang lebih sebesar Rp 3 miliar lebih. “Kalau dirinci secara total infrastruktur gedung DPM-PTSP membutuhkan biaya sebesar 7 sampai Rp 8 miliar,” tandasnya. (RA-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!