“Korban kekerasan perempuan dan anak di Halsel ini pelakunya kebanyakan adalah orang dekat di usia 50an keatas, sayangnya korban rata-rata anak masih dibawa umur,” sebut Karima.
Dia menambahkan, kasus kekerasan di Halsel yang makin meningkat tahun ini butuh analisis pakar penyebab kekerasan.
“Selain program penanganan kekerasan perempuan dan anak yang sudah dilaksanakan DP3AKB Halsel, tapi angka kekerasan masih juga terjadi tapi penyebabnya belum dapat dipecahkan. Makanya butuh pakar yang menganalisis penyebabnya sehingga bisa menindaklanjuti dengan langkah cepat,” pungkasnya. (RA-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!