Realisasi pendapatan tersebut, meliputi pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan sebesar 30,957 miliar dan terealisasi sebesar 22,198 miliar rupiah atau 71,70 persen.
“Selanjutnya, pendapatan dari transfer pusat yang ditetapkan sebesar 52,126 miliar dan terealisasi sebesar 716,799 miliar rupiah atau 95,30 persen,” ucapnya.
Untuk Belanja Daerah tahun 2022 yang ditetapkan sebesar 863,694 miliar rupiah, terealisasi sebesar 736,509 miliar atau mencapai 85,27 persen.
“Belanja Operasional tahun anggaran 2022 diprioritaskan pada upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui optimalisasi fungsi dan tugas aparatur atau perangkat daerah,” tutur Fifian.
Lanjutnya, jumlah belanja operasional yang ditargetkan pada tahun 2022 adalah sebesar 597,663 miliar rupiah, terealisasi sampai akhir tahun sebesar 554,103 milyar rupiah atau mencapai 92,71 persen.
“Sedangkan belanja modal, pada tahun anggaran 2022 diprioritaskan pada kebutuhan riil masyarakat untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Dalam tahun anggaran 2022, belanja modal dianggarkan sebesar 144,015 miliar rupiah dengan realisasi sebesar 130,550 miliar rupiah atau mencapai 90,65 persen,” katanya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!