“Alhamdulillah, tiga remaja suku Togutil yang kami kirim ke pondok pesantren, kini mereka bisa menghafal Al-Qur’an,” cerita Rahman, sambil menetes air mata, bangga perjuangan tiga remaja itu.
Di pondok pesantren, tiga remaja suku Togutil itu dibina bakatnya mereka. “Mereka menulis, menggambar, menghafal Al-Qur’an. Bahkan ketiga remaja sekarang punya keahlian dalam menjahit,” ucapnya.
“Selain mereka belajar di pondok, di luar dari waktu belajar, mereka sudah mampu membuat pakaian dari keahlian menjahit,” sambungnya.
Masih menurut Rahman, 13 jiwa warga suku Togutil itu sampai sekarang usia mereka belum diketahui pasti. Namun mereka sudah ditetapkan usianya.
“Sebelumnya kami tidak mengetahui berapa usianya. Kami tetapkan dengan perkirakan postur tubuh. Sekarang usia mereka sudah baku karena kami sudah proses seluruh administrasi penduduk,” jelasnya.
Selain memberi perhatian di bidang pendidikan, Laskar Pomalilila juga membangun rumah bagi mereka.
“Kami sudah bangun dua unit rumah tinggal bagi warga binaan kami. Dan sekarang mereka tengah hidup bersama masyarakat sekitar,” pungkasnya. (CRA-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!