Dikatakan, saat ini memang sudah ada pengaduan masyarakat terkait ancaman atas pohon tumbang, namun pihaknya mengalami kesulitan karena tidak adanya satgas yang menangani penebangan pohon serta kurangnya armada.
“Yang hanya satu unit untuk melayani secara keseluruhan dengan serentak maka tidak bisa. Begitu juga dengan keterbatasan satgas yang hanya sebanyak 12 orang. Jadi paling tidak sebanyak 60 orang sehingga dibagi tugas, tapi penebangan dan pemangkasan pohon ini akan terus dilakukan,” ucap Tonny.
Ia berharap kepada masyarakat bahwa adanya kondisi cuaca ini maka agar tetap berhati-hati melewati jalanan yang yang berpotensi mengancam.
“Pihak kelurahan juga jangan terlalu mengandalkan DLH, apabila ada pohon yang memang dianggap membahayakan warga maka dipersilahkan untuk melakukan pemangkasan,” tandasnya. (RUL-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!