Ternate, Maluku Utara- Provinsi Maluku Utara (Malut) menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi di Indonesia pada periode triwulan III tahun 2022 yakni sebesar 24,65 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspor luar negeri sejalan dengan berlanjutnya peningkatan produksi komoditas sektor nikel, serta pertumbuhan investasi yang masuk sejalan dengan rencana pembangunan smelter di Malut.
Kepala Perwakilan Bank indonesia Provinsi Maluku Utara, R Eko Adi Irianto mengatakan, dari sisi lapangan usaha, tercermin pula dan tingginya akselerasi pertumbuhan pada lapangan usaha (LU) pertambangan dan industri pengolahan.
“LU perdagangan dan transportasi juga mengalami pertumbuhan seiring dengan semakin pulihnya kondisi ekonomi yang mempengaruhi peningkatan mobilitas dan aktivitas perdagangan di Maluku Utara,” kata Eko, Selasa (13/12/2022).
Sementara, Kepala Kanwil DJPbn Maluku Utara, Adnan Wimyarto mengatakan terkait perkembangan indikator kesejahteraan dapat dikatakan cukup baik dimana tingkat kemiskinan per Maret 2022 tercatat sebesar 6,23 persen, menurun dibandingkan dengan Maret 2021, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2022 juga mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi sebesar 3.98 persen, dan tingkat ketimpangan tercatat sebesar 0 279 poin, menjadi yang terendah ketiga Indonesia.
“Sementara, Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2022 tercatat sebesar 107,19. Sedangkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada September 2022 terealisasi sebesar 102,76,” pungkasnya. (Arul-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!