Ternate, Maluku Utara- Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara mengalami inflasi Year on Year (yoy) sebesar 3,26 persen pada pada bulan November 2022 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,96.
Inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Tanjung Selor di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 9,20 persen dengan IHK sebesar 113,02, sementara inflasi yoy terendah terjadi di Kota Ternate sebesar 3,26 persen dengan IHK sebesar 110,96.
Kepala BPS Maluku Utara, Aidil Adha mengatakan inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks delapan kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,51 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,31 persen.
“Juga terjadi di kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,35 persen, kelompok transportasi sebesar 20,30 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,18 persen, kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,10 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,72 persen,” kata Aidil, Kamis (01/12/2022).
Dikatakan untuk kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,57 persen.
Ia menambahkan untuk tingkat inflasi month to month (mtm) November 2022 sebesar 0,19 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) (November 2022 terhadap Desember 2021) November sebesar 2,20 persen. (Arul-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!