Bobong, Maluku Utara- Wakil Bupati Pulau Taliabu, Ramli, membantah rumor mengenai keberadaan Bupati Aliong Mus, Sekda Salim Ganiru, dan puluhan pejabat ke Jakarta untuk merayakan ulang tahun Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsih Mus yang tak lain adalah adik kandung dari Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus.
Kata Wabup Ramli, keberadaan para pejabat di luar daerah itu bukan untuk menghadiri ulang tahun Fifian Adeningsi Mus, akan tetapi mengunjungi 6 (enam) kementerian terkait.
Selain berkunjung ke 6 kementerian di Jakarta, Bupati dan Sekda serta 25 pejabat teras di lingkup Pemkab Pulau Taliabu ini juga menghadiri undangan kegiatan Rapat Koordinasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kabupaten Pulau Taliabu yang diselenggarakan oleh Kemendes PDTT pada Selasa (13/09/2022) kemarin.
“Ini perlu saya luruskan saja ya, biar jelas, kalau perjalanan Bupati, Sekda dan pimpinan OPD ke Jakarta itu bukan dalam rangka merayakan ulang tahun Bupati Sula, tapi ada pertemuan dengan 6 kementerian. Selain pertemuan dengan 6 kementerian, 25 OPD itu juga menghadiri kegiatan rapat koordinasi rencana aksi nasional percepatan pembangunan daerah tertinggal yang di lakukan oleh Kemendes dan PDTT pada Selasa 13 September kemarin,” jelas Ramli, Wakil Bupati Pulau Taliabu kepada Haliyora, (13/09/2022).
Ia bahkan mengklarifikasi pemberitaan di media ini sebelumnya mengenai keberadaan Bupati, Sekda dan 25 pimpinan OPD di Jakarta untuk menghadiri ulang tahun Bupati Kepulauan Sula, Fifian Ade Ningsi Mus. Katanya, informasi tersebut tidaklah benar, hanya miskomunikasi saja antara Bagian Umum dan Protokuler dengan awak media.
“Ini hanya miskomunikasi saja antara teman-teman media dengan Protokoler maupun Humas, terkait info perjalanan pimpinan OPD, Bupati dan Sekda itu mestinya mereka tahu agenda itu, dan dapat menyampaikan kepada teman-teman media. Sebagai pimpinan, saya minta maaf kepada teman-teman media atas ketidak pahaman bawahan saya dalam menjalankan tugasnya, itu meraka yang salah, dan saya minta maaf,” ucapnya.
Wakil Bupati Taliabu itu lantas menyebut Kabag Umum dan Protokoler, Abdul Jalil, tidak memahami tugas dan fungsi (tupoksi) jabatan yang dipangkunya itu.
“Saya juga tidak tau basic-nya itu apa, dia lemah sehingga perlu ada pembinaan dulu, karena yang saya lihat dia tidak paham dalam menjalankan tugasnya sebagai protokoler,” sebut Ramli.
Menurutnya, sebagai Kabag Umum dan Protokoler, Abdul jalil mestinya tahu seluruh agenda-agenda pimpinan baik di luar daerah maupun dalam daerah.
“Saya akan koordinasi dengan pak Bupati untuk siapkan pembinaan buat Kabag Umum dan Protokoler itu, biar dia paham tentang tugasnya sebagai protokoler,” tandasnya. (Ham-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!