Ternate, Maluku Utara- Kepala Kanwil DJPb Maluku Utara, Adnan Wimbyarto, mengatakan kenaikan besaran belanja fungsi kesehatan yang signifikan, belum diikuti dengan peningkatan Angka Harapan Hidup. Ini ditunjukkan dengan kenaikan nilai alokasi belanja kesehatan tahun 2015 sampai tahun 2020 sebesar rata-rata 12,9 persen diikuti kenaikan AHH dengan laju pertumbuhan relatif lebih rendah atau rata-rata 0,28 persen.
“Seharusnya kenaikan belanja fungsi kesehatan mestinya mampu meningkatkan nilai Angka Harapan Hidup (AHH) yang cukup signifikan. Namun harapan hidup tersebut belum terjadi di Maluku Utara,” kata Adnan, Selasa (30/8/2022)
Oleh karena itu kata Adnan, diperlukan sasaran pembangunan bidang kesehatan yang lebih terfokus pada goal yang jelas seperti Angka harapan hidup dengan sub target yang lebih rinci seperti penurunan stunting, penurunan tingkat kematian ibu dan anak, perbaikan fasilitas kesehatan dan tenaga medis.
Meski begitu, guna mendukung Maluku Utara dengan tingkat kesehatan yang tinggi, diperlukan adanya alokasi anggaran untuk program peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH), salah satunya peningkatan sarana dan prasarana kesehatan serta sanitasi lingkungan yang memadai.
“Pemerintah Daerah juga perlu melakukan peningkatan kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang dapat dilakukan dengan mendorong OPD dalam mengalokasikan anggaran yang berfokus pada upaya penurunan angka kemiskinan dan peningkatan angka harapan hidup ,” tandasnya. (Arul-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!