Halsel, Maluku Utara- Kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Hamahera Selatan tercatat meningkat terhitung sejak Januari-Mei 2022.
Itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Halmahera Selatan, Karima Nasaruddin kepada Haliyora, Rabu (15/06/2022).
Karim menyebutkan, sesuai update terbaru jumlah kasus kekerasan mulai Januari hingga Mei 2022 tercatat sebanyak 33 kasus.
Kata Karima, dari jumlah kasus tersebut terdapat enam kasus kekerasan perempuan, di antaranya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) berupa kekerasan fisik terhadap istri, pemerkosaan anak, pencabulan anak dan persetubuhan anak serta kekerasan anak secara fisik.
Lanjut Karima, pada tahun 2017 terdapat 6 kasus, 2018 sebanyak 16 kasus, 2019 naik 19 kasus, tahun 2020 sebanyak 22 kasus, dan tahun 2021 sebanyak 29 kasus kekerasan perempuan.
“Sedangkan update kasus kekerasan Januari-Mei 2022 sudah akumulasi 33 kasus, sehingga akumulai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dari 2017-2022 di Halsel sebanyak 125 kasus yang didominasi oleh KDRT,” pungkasnya. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!