Maba, Maluku Utara – Dampak mutasi pegawai yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Timur (Haltim) beberapa waktu lalu sudah mulai terasa, yakni terjadi kekosongan tenaga ASN di SKPD tekhnis, terutama tenaga guru dan tenaga kesehatan. Pasalnya, ASN yang dimutasi tanpa ada penggantinya.
Seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba, menurut data yang dikantongi Haliyora bahwa sebanyak 11 ASN tenaga kesehatan yang dimutasi tanpa ada pengganti.
Begitu pula sebanyak empat tenaga guru SMP Negeri 9 Wasile di Loleba dimutasi tanpa pengganti, sehingga guru SMP Loleba hanya tersisa dua orang. Ada juga satu tenaga kesehatan yang bertugas di Laboratorium Puskesamas Subaim dimutasi tanpa pengganti, sehingga saat ini terjadi kekosongan.
Nampaknya, mutasi pegawai yang dilakukan Pemda Haltim tidak berdasarkan Analisa Jabatan dan Beban Kerja (Anjab/ABK) sehingga terjadi kekosongan pada sejumlah unit kerja pasca mutasi.
Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher saat dikonfirmasi mengatakan, tidak terlalu mengetahui komposisi rotasi yang terjadi beberapa waktu lalu itu. “Nanti saya tanya kadis dulu ya, karena untuk mutasi kemarin saya tidak punya data. Saya hanya tau kemarin ada penyegaran tapi saya tidak tahu mereka yang dimutasi itu digeser kemana,” ujar Anjas, Selasa (12/4/2022)
Menurut, seharusnya mutasi dilakukan berdasarkan Anjab agar tidak terjadi kekosongan di unit kerja, karena rotasi yang dilakukan pasti ada pergantian, sementara posisi yang ditinggalakan menimbulkan kekosongan. ”Makanya harus ada pengganti. Ini jadi catatan saya yang akan dikroscek,” tandasnya.
Anjas berharap kokosongan jabatan di unit kerja tersebut segera diselesaikan agar pelayanan berjalan maksimal.
“Kita berharap kekosongan jabatan di unit kerja itu hanya terjadi di bebepa unit kerja saja agar segera diselesaikan,” harap Wabup.
Terpisah, salah satu tenaga medis RSUD yang namanya tidak mau dipublikasi, kepada wartawan mengatakan, sebanyak 11 tenaga medis yang dimutasi Pemkab Haltim beberapa waktu lalu tidak disertai tenaga pengganti sehingga menyebabkan kekosongan pada sejumlah unit pelayanan.
“Yang dimutasi itu sebanyak 11 orang, dan sampai sekarang belum ada pengganti, padahal mereka itu tenaga yang skilnya diandalkan di rumah sakit. Kita juga tidak tahu kapan diganti. Kalu tidak secepat ada pengganti untuk mengisi kekosongan yang ada, maka nanti banyak pasien akan berobat (dirujuk) ke luar Haltim. Itu dampak yang sudah pasti terjadi,” ujarnya. (HR-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!