Pemkab Haltim Mulai Benahi Penerangan Jalan Ibu Kota Tahun Ini

Maba, Muluku Utara- Tahun ini Dinas Perhubungan Halmahera Timur (Haltim) akan membenahi sejumlah fasilitas penerangan jalan di Maba, Ibu kota Kabupaten Haltim yang rusak sebagai persiapan pelaksanaan STQ tingkat Provinsi tahun 2023.

Kepada Haliyora, Kepala Dinas Perhubungan Dwi Cahyo mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 800.000.000 lebih untuk pembenahan fasilitas penerangan jalan yang rusak itu.

“Memang ada sejumlah fasilitas penerangan jalan yang sudah rusak karena sudah lama, terutama lampu yang menggunakan aliran listrik PLN, sehingga perlu diganti,” jelas Dwi, Selasa (01/03/202).

Kata dia, selain rehabilitasi, pihaknya juga akan melakukan pengadaan penerangan baru yang akan dipasang di beberapa titik. “Seperti di area Kantor Kejari Haltim dan juga untuk arena Masjid Raya Haltim. Arahan pak bupati seperti itu, ini juga dalam rangka mendukung STQ nantinya,” kata Dwi.

BACA JUGA  Hasil Seleksi Administrasi Sekda Haltim Diumumkan Hari Ini, Ketua Pansel juga Turut Mendaftar

Dwi menambahkan, sasaran perbaikan lampu jalan adalah pergantian balon (bola lampu) maupun jaringan yang mayoritas telah bocor atau putus, sehingga tahun ini penerangan jalan di ibu kota bisa difungsikan maksimal. “Kalau kita lihat memang banyak yang sudah rusak, ada yang satu deretan hanya satu atau dua yang nyala. Ini yang akan kita benahi sehingga semuanya bisa kembali berfungsi,” terang dia.

Dikatakan, terkait pembenahan lampu jalan itu, tahun ini Dinas Perhubungan hanya fokus pada penerangan jalan yang menggunakan aliran PLN, sedangkan untuk penerangan jalan yang menggunakan solar cell belum diperbaiki lantaran keterbatasan anggaran.

BACA JUGA  ADD 62 Desa di Haltim Mulai Diproses Pencairan

“Kalau soral cell kan rata-rata sudah tidak berfungsi karena dicuri, jadi nanti kita prioritaskan tahun 2023. Itupun rencana dialihkan ke PLN dengan memfungsikan tiang-tiang yang sudah tersedia, karena kalau rehab solar cell butuh biaya yang sangat besar. Satu tiang saja bisa sampai Rp 30 jutaan, belum lagi rawan dicuri, jadi kurang efektif, maka solusinya dialihkan ke PLN saja,” terangnya.

Dwi berharap, dengan memperbanyak penerangan jalan dapat mendatangkan pendapatan bagi daerah terutama PAD dari sektor Penerangan Jalan Umum (PJU-red). “Kalau semakin banyak kita punya lampu jalan maka kita juga akan dapat pendapatan tambahan dari pajak PJU itu,” pungkas dia. (HR-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah