Ternate, Maluku Utara- Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas Insecta Sultan Babullah Ternate, Djoko Sumardiono mengatakan, Maluku Utara mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dengan kecepatan 15 sampai dengan 40 knot diakibatkan terjadinya pertemuan angin di wilayah bagian Utara Papua.
Menurut Djoko, hujan sedang hingga lebat ini berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Barat, dan Halmahera Selatan.
“Cuaca ekstrem ini sangat berpeluang terjadi banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jembatan putus serta dampak negatif lainnya,” kata Djoko melalui via whatsapp, Selasa (22/02/2022).
Dengan begitu, sambung Djoko, untuk masyarakat pengguna jasa transportasi laut agar tidak memaksakan diri untuk berpergian, karena kondisi gelombang di hampir sebagian besar wilayah Maluku Utara masih signifikan.
Olehnya itu, ia menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan selalu bersihkan drainase, yang merasa tinggal di tebing bukit agar segera meninggalkan rumahnya, dan sebaiknya tinggal di keluarga yang jauh dari tebing bukit serta memperhatikan sungai aliran air, jika air sudah naik segera mencari tempat yang aman, dikhawatirkan akan terjadi banjir bandang serta hindari pohon besar yang akan tumbang.
“Kita himbau kepada masyarakat agar tetap mencermati informasi dari BMKG terkait dengan cuaca yang telah terjadi saat ini,” pungkasnya. (Arul-*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!