Ternate, Maluku Utara- Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara mencatat pada tahun 2021 lapangan usaha industri pengolahan di Maluku Utara mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 52,55 persen.
Kenaikan pertumbuhan lapangan usaha juga terjadi pada usaha transportasi dan pergudangan yang mencapai angka 34,60 persen, menyusul usaha di bidang administrasi pemerintah, pertanahan dan jaminan sosial wajib sebesar 12,76 persen.
Lapangan usaha di bidang pertambahan, penggalian, dan perdagangan besar-eceran, reparasi mobil dan sepeda motor juga mengalami pertumbuhan masing-masing 2,30 persen dan 7,08 persen. .
Sementara, beberapa lapangan usaha lainnya yang tumbuh tinggi diantaranya lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 7,76 persen, konstruksi sebesar 7,21 persen dan jasa perusahaan sebesar 7,05 persen.
Kepala BPS Maluku Utara, Aidil Adha mengatakan, struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara, menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan IV tahun 2021 menunjukkan perubahan yang cukup signifikan.
Perekonomian Maluku Utara, kata Aidil, masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 26.05 persen, diikuti oleh pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,45 persen, pertambangan dan penggalian sebesar 13.94 persen, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 12,43 persen.
“Peranan ke-empat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Maluku Utara mencapai 67.87 persen,” kata Aidil dalam rilis yang diterima Haliyora, Senin (07/02/2022).
Aidil menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada triwulan IV tahun 2021 meningkat sebesar 21,00 persen dari triwulan yang sama pada tahun 2020. ”Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali lapangan usaha real estat yang mengalami kontraksi -7,12 persen,” tulis Aidil.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi, lanjut Aidil, adalah industri pengolahan sebesar 111,45 persen, transportasi dan pergudangan sebesar 46,43 persen serta konstruksi sebesar 10,50 persen. Sementara pertambangan dan penggalian yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan sebesar 8,92 persen.
Olehnya itu, lanjut Aidil, ekonomi Maluku Utara kumulatif triwulan IV tahun 2021 dibanding kumulatif triwulan IV tahun 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 16,40 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Industri Pengolahan sebesar 79,49 persen.
“Kemudian diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar 53,39 persen, Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 9,06 persen, Informasi dan Komunikasi 8,50 persen, dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 7,07 persen,” pungkasnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!