Sanana, Maluku Utara- Sejumlah warga Desa Wailoba, Kecamatan Mangole Tengah, pada Kamis (27/01/2022), mendatangi Kantor DPRD Sula untuk menyampaikan aspirasi dalam bentuk unjuk rasa. Namun tak satu pun wakil rakyat berada di kantor sehingg warga harus pulang dengan perasaan kecewa.
Wandi, salah satu orator aksi dalam orasinya mengaku kecewa karena tidak bertemu dengan pimpinan maupun anggota DPRD saat ingin menyampaikan aspirasi rakyat
“Kami sangat kecewa seharusnya anggota DPRD terutama anggota komisi I DPRD Sula itu ada di kantor pada jam kantor, sehingga jika ada masyarakat mau menyampaikan aspirasi bisa bertamu. Kami dari desa jauh-jauh datang ke sini mau menyampaikan kegelisahan warga atas tindakan semena-mena kepala desa kami dalam mengambil kebijakan,” ujar Waandi.
Aksi warga Desa Wailoba itu sempat memanas saat massa beradu mulut dengan aparat keamanan lantaran para pengunjukrasa ingin memboikot kantor DPRD. “Kami minta kepada pihak keamanan memberikan kelonggaran kepada kami sehingga kami bisa memboikot ruang anggota dan pimpinan DPRD,” teriak Dona salah satu orator lainnya saat menyampaikan orasinya.
Ketegangan antara masa aksi dan pihak keamanan baru reda setelah salah satu Staf DPRD, Ilham Umagap, bertemu dengan masa aksi dan menyampaikan bahwa saat ini anggota DPRD Kepulauan Sula sedang berkunjung ke luar daerah, termasuk tiga pimpinan dewan.
“Kalau anggota dan pimpinan DPRD semuaya ada agenda di luar daerah, nanti sehari dua baru datang. Kalau pak sekwan lagi sakit. Jadi nanti saya sampaikan ngoni pe tuntutan ini ke pimpinan dewan setelah mereka pulang,” ujar Ilham.
Setelah mendengar penjelasan Ilham, masa aksi pun membubarkan diri dengan tertib. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!