Bobong, Maluku Utara- Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu mengusulkan pinjaman kepada pemerintah pusat sebesar Rp 350 miliar.
Pinjaman ini dilakukan untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan jembatan dan lainnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu Samsudin Ode Maniwi kepada Haliyora, Rabu (05/01/2022), mengatakan, pinjaman Pemda Taliabu ke pemerintah pusat lantaran APBD Taliabu 2022 sangat kecil.
“APBD kita sangat kecil sehingga menghambat pembiayaan pembangunan daerah. Jadi tujuan pinjaman dana ke lemerintah pusat itu untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Taliabu,” terang Samsudin.
Disampaikan, Pemda (TAPD) Taliabu saat ini sudah mempersiapkan dokumen penawaran pinjaman dan syarat-syaratnya. ”Pokoknya semua sudah siap dan sehari dua kita akan bawa dokumen pinjaman ke Kementrian Keuangan melalui Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya.
Terkait tekhnis pengembalian pinjaman, Samsudin mengatakan, akan diketahui setelah pemerintah pusat menyetujui. ”Tapi kita berharap dapat pinjaman non bunga seperti yang didapat oleh beberapa daerah lain,” harapnya.
Sedangkan terkait batas waktu penegembalian dana ke Pemerintah Pusat, Samsudin mengatakan batas waktunya disesuaikan dengan masa jabatan bupati.
Terpisah, Ketua DPRD Pulau Taliabu, Meilan Mus kepada Haliyora mengatakan bahwa DPRD telah menyetujui pinjaman pemerintah daerah sebesar Rp 350 miliar.
“DPRD sudah lakukan rapat internal membahas rencana pinjaman Pemda senilai Rp 350 miliar ke Pemerintah Pusat dan DPRD sudah setujui,” ungkap Meilan, Rabu (05/01)
Sementara, Wakil Ketua II DPRD Taliabu, Muhammad Jainal Ashar juga membenarkan bahwa DPRD sudah menyetujui rencana pinjaman Pemda ke Pemerintah Pusat tersebut. “Benar, rencana Pemda pinjam dana ke pemerintah pusat itu DPRD sudah setujui. Pinjaman tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur,” ungkapnya.
Ditambahkan Jainal, pinjaman tersebut selain untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, juga rencana diperuntukkan pembangunan RSUD baru. ”Kami melihat pinjaman ini sangat tepat untuk percepatan pembangunan di daerah karena kalau harap APBD kita itu tidak cukup, APBD kita sangat kecil,” katanya.
Jainal berharap permohonan pinjaman itu dapat disetujui secara keseluruhan. “Semoga pinjaman itu dapat disetujui secara keseluruhan, dan kalau pun turun kami berharap dapat pinjaman sekitar Rp 250 miliar biar bisa mempercepat pembangunan di daerah ini,” pungkasnya. (Ham-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!