Basarnas Ungkap Perbandingan Operasi Sar di Perairan Malut Tahun 2020 dan 2021

Ternate Maluku Utara- Geografis Maluku Utara yang terletak pada koordinat  3º 40′ LS- 3º 0′ LU123º 50′ – 129º 50′ BT, sebenarnya merupakan gugusan kepulauan dengan rasio daratan dan perairan sebanyak 24 : 76.

Maluku Utara memiliki gugusan pulau sebanyak 395 buah, 83% atau sekitar 331 pulaunya belum berpenghuni.

Dengan kondisi geografis seperti itu, maka salah satu moda tranportasi utama adalah kapal laut.

Sehingga tak jarang kita dengar banyak terjadi peristiwa kecelakaan kapal laut di perairan Maluku Utara.

BACA JUGA  Pendapatan Daerah Morotai pada Perubahan Anggaran 2025 Diproyeksi Naik, Belanja Turun

Basarnas Kota Ternate misalnya mencatat penanganan operasi SAR tahun 2021 terhadap kecelakaan kapal laut di Perairan Maluku Utara sebanyak 22 kali dengan korban sebanyak 1,242 orang. Jumlah ini terdapat 3 orang meninggal dan 6 lainnya dinyatakan hilang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Basarnas Kota Ternate, Muhammad Arafah dalam rapat Koordinasi di Kantor Basarnas, Rabu (24/11/2021).

Arafah mengatakan, berbeda dengan  tahun sebelumnya (2020), jumlah  penanganan operasi SAR tercatat sebanyak 31 kali kejadian, namun korbannya lebih sedikit yakni sebanyak 221 orang, tetapi jumlah korban meninggal dan hilang lebih banyak yakni  6 orang meninggal dunia dan 7 orang dinyatakan hilang.

BACA JUGA  Pungutan Usaha Perikanan Dikeluhkan Nelayan, Komisi II DPRD Ternate: KKP dan PPN Ambil Keputusan Sepihak

“Jadi tahun ini (2021) korban meninggal dan hilang lebih sedikit,  dibanding tahun kemarin (2020),” ungkap Arafah.

Ia berharap, jelang natal dan tahun baru ini  pengguna transportasi laut  maupun nelayan lebih waspada dan berhati-hati. “Kita berharap  nataru ini tidak ada lagi kecelakaan di laut,” tutupnya. (Arul-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah