Morotai, Maluku Utara- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMAR) Pulau Morotai, pada kamis (18/11/2021), menggelar aksi demontrasi menyoroti hasil tes Sekolah Calon Kepala Desa (SCKD). Mereka menilai panitia seleksi tidak transparan.
Pendemo dalam aksinya menuntut DPRD segera memanggil timsel dan Kadis DPMD untuk mempertanggung jawabkan hasil tes SCKD. Mereka juga mendesak Bupati Pulau Morotai segera copot Kadis DPMD, mengusut otak dugaan praktek manipulasi hasil SCKD serta wujudkan Pilkades yang jujur, adil dan partisipasif.
Sementara koordinator lapangan, Fitra Piga kepada awak media mengatakan, hasil Cakades tahap II terkesan dipolitisasi karena ditemukan banyak kejanggalan- kejanggalan. ”Maka kami minta panitia membuka kembali hasil seleksi SCKD secara transparan,” tandasnya.
Dikatakan, hasil seleksi Cakades oleh timsel Unkhair Ternate berpotensi menimbulkan polemik diantara sesama calon kepala desa karena bayak versi kelulusan yang diterima masing-masing bakal calon. “Jadi terkesan ada intervensi elit politik melalui mekanisme dan tata cara tahapan pilkades yang tidak searah dengan Permendagri Nomor 72 tahun 2020 atas perubahan Permendagri 112 tahun 2014,” katanya.
Usai berdemo di kantor bupati, pendemo melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD pada pukul 11.15 WIT. Setelah berorasi sesaat, kemudian diterima oleh anggota DPRD untuk hering.
Dalam hering tersebut, Ketua DPRD Morotai Rusminto Pawane berjanji akan memanggil pihak-pihak yang menyebar data-data yang sampai saat ini belum jelas sumbernya itu. “Kami sudah melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak yang menyebar data-data yang sampai saat ini belum jelas sumbernya itu,” ujar Rusminto.
Rasmin Fabanyo, angota DPRD lainnya menerangkan, bahwa dalam Perbup dijelaskan, apabila ada bakal calon yang tidak lolos seleksi tahap II maka dapat mengikuti seleksi tahap III. “Jadi seleksi tahap III nanti DPRD akan turun kawal,” janji Rasmin. (Tir-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!