Pemda Haltim Siapkan Lokasi Transmigrasi Baru

Maba, Maluku Utara- Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Timur (Haltim) menyiapkan dokumen dan izin kawasan transmigrasi baru. Program tersebut sudah direncanakan sejak 2019 lalu.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Disnaker Haltim, Richard Sangadji kepada wartawan, bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelesaian dokumen Rencana Satuan Kawasan Pengembangan (RSKP) untuk perencanaan transmigrasi baru.

“Tahun ini kita belum bisa sampai pada alih fungsi kawasan hutan ke APL, dan belum ke proses pelepasan area kawasan transmigrasi baru,” jelas Richard, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (02/11/2021).

Kata dia, untuk pengurusan RSKP tersebut, dirinya sudah melakukan kordinasi dengan Bupati Haltim dan sudah mendapat persetujuan resmi.

BACA JUGA  Jalan di Galela Tertimbun Longsor, Pemda Halmahera Utara Terkesan 'Cuek'

Dijelaskan, kawasan transmigrasi yang dicanangkan seluas 1.200 hektar di belakang Kota Maba dan itu harus masuk dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Haltim. “Jadi RSKP ini juga harus diikuti dengan kesesuaian lokasi transmigrasi yang ada di Kota Maba ini, yaitu harus disesuaikan dengan RTRW sebagai dokumen induk,” jelasnya.

Richard menambahkan, untuk memasukkan RSKP kawasan transmigrasi tersebut, pemerintah daerah juga harus melakukan revisi RTRW agar kawasan transmigrasi juga masuk dalam RTRW.

“Jadi dokumen induk itu ada tiga, RSKP, Pelepasan Areal, dan RTRW. Tiga dokumen ini yang harus dipersiapkan untuk diproses di Kementrian agar mendapatkan SK pengelolaaan. Kalau sudah ada SK dari kementrian maka kita akan dapat pendanaannya juga,” katanya.

BACA JUGA  Antisipasi Kelangkaan BBM Jelang Sail Tidore 2022, Kapal Tanker Pertamina 'Siaga' di Laut Goto

Dijeaskan pula, rencana transmgrasi di Haltim tersebut dalam bentuk transmigrasi Swakarya Berbatuan. “Jadi pola transmigrasi ini tidak monoton menggunakan anggaran pusat tetapi juga bisa mengandalkan potensi yang ada di wilayah sekitar. Dengan pola ini diaharapkan Kota Maba bisa terbuka dari sisi akses maupun mobilitas manusianya. Kita berharap bisa cepat sehingga apa yang sudah direncanakan bisa terealisasi,” jelas Richard mengakhiri. (RH-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah