Sekolah Terendam Air, Siswa di Taliabu Batal Belajar

Bobong, Maluku Utara- Kegiatan belajar mengajar pada dua sekolah di Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu sempat ditutup lantaran gedung sekolah tersebut terendam banjir akibat hujan deras, pada Jum’at dini hari.

Hujan deras selama kurang lebih empat jam mulai pukul 02.00-05.00 mengguyur Kota Bobong membuat air setinggi 50 cm masuk dalam ruang kelas di SMA Negeri I dan SMK Negeri I Taliabu Barat.

Pantauan Haliyora, di dua sekolah tersebut, pada Jum’at pagi terlihat air hujan setinggi kurang lebih 50-70 cm menggenangi halaman dan seluruh ruangan sekolah, baik ruangan kantor maupun ruang belajar.

Salah satu siswa yang ditemui Haliyora di halaman SMA Negeri I, pagi tadi ( Jum’at pagi), mengatakan ia dan teman-temannya terpaksa dipulangkan lantaran ruang kelas terendam air hujan.

BACA JUGA  Kasus Kredit Macet BPRS, Kejari Halsel 'Ambigu'

“Kami disuruh pulang karena sekolah kami kebanjiran, seluruh ruangan di kelas terendam air, makanya kami tidak bisa belajar, air di dalam kelas itu tinggi sampai lewat katong punya lutut,” ungkap siswa yang namanya engan disebut.

Katanya lagi, banjir di sekolahnya itu bukan baru pertama kali terjadi. Katanya, setiap musim hujan sekolahnya  selalu kebanjiran.

“Setiap musim hujan sekolah kami selalu terendam air seperti ini. Kadang kami harus libur atau terpaksa belajar di atas air. Semoga ada perhatian pemda, baik provinsi maupun Kabupaten Taliabu atau Pemerintah Pusat,” harapnya.

Terpisah, Nurlela Duwila, salah satu dewan guru SMA Negeri I  kepada Haliyora, Jum’at (06/07), di ruangan kantor guru mengatakan seluruh siswa terpaksa dipulangkan karena tidak bisa melakukan aktifitas belajar mengajar, lantaran seluruh ruang belajar terendam banjir.

BACA JUGA  Pemprov ‘Nunggak’ DBH, Fraksi Golkar DPRD Ternate Sentil Gaya Komunikasi Gubernur Sherly dengan Pusat

“Semua siswa sudah kami kasi pulang, karena di seluruh kelas air masuk, makanya tidak bisa belajar, jadi sementara mereka dipulangkan dulu, besok kalau air sudah surut baru mereka kembali belajar seperti biasa lagi,” ungkapnya.

Nurlela menambahkan, kondisi seperti ini selalu terjadi di setiap musim hujan. “Dulu saya pernah sampaikan kepada pemerintah  dan bahkan sampai ke pusat terkait kondisi ini. Saya kirimi video kondisi sekolah saat terendam air seperti ini, tapi sampai sekarang tidak ada respon juga dari pemerintah. Untuk itu sekali lagi saya minta perhatian dari pemerintah untuk mengatasi kondisi sekolah kami ini,” imbuhnya. (Ham-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah