Sanana, Maluku Utara- Desa Johor, Kecamatan Mangole Barat, Kabupaten Kepulauan Sula adalah salah satu desa yang baru dimekarkan pada tahun 2005 oleh Pemda setempat dari anak Desa Pas Ipa menjadi desa definitif.
Desa Johor termasuk desa kecil yang hanya berpenduduk sekitar 200 jiwa lebih. Meski kecil, namun penduduk desa juga ingin menikmati hasil pembangunan di daerah yang hingga kini kurang dirasakan warga.
Seperti diungkapkan Nohor Asgar, salah seorang warga desa Johor kepada Haliyora, Sabtu (24/07)2021), bahwa desanya hampir tidak tersentuh pembangunan infrastruktur sejak dimekarkan pada masa Bupati Ahmad Hidayat Mus (AHM) hingga sekarang.
“Desa Johor dimekarkan oleh Bupati Ahmad Hidayat Mus pada tahun 2005, dan hingga sekarang jumlah penduduk sudah lebih 200 jiwa. Tetapi sangat kurang mendapatkan sentuhan pembagunan infrastruktur oleh Pemda Sula. Kami sangat mengharapkan perhatian pemda dari segi infrastruktur dari APBD, karena tidak bisa hanya mengandalkan Dana Desa (DD). sebab masih banyak kebutuhan lainnya yang harus dibiayai dengan DD,” ujar Nohor.
Dikatakan, saat ini masyarakat Desa Johor sangat butuhkan masjid, talud, pagar sekolah, perbaikan jalan Johor ke Dofa. “Semua ini butuh dukungan dari Pemda, tidak bisa hanya bergantung ke dana desa. Itu jauh dari cukup,” imbuhnya.
Disampaikan, sekarang ini kondisi jalan dari Johor menuju Dofa (ibu kota Kecamatan Mangole Barat) rusak akibat hujan. “Sehingga kalau mau ke Dofa warga warus berjalan kaki melalui jalur pantai,” ungkapnya.
Selain itu, Nohor menyebut, pagar sekolah desa pun sudah hancur, talud penahan ombak juga sudah ambruk sehingga air laut sering masuk ke pemukiman warga, bahkan menggenangi rumah mereka.
Masyarakat juga, kata Nohor, ingin membangun masjid. “Nah, semua itu butuh anggaran yang cukup besar, sementara dana desa sangat terbatas untuk membiayai semua kebutuhan tersebut. Jadi sekali lagi kami sangat harapkan perhatian dan bantuan dari Pemda Sula,” harapnya.
Terpisah, Kepala Desa Johor, Muhammad Ali Saurangi saat dikonfirmasi mengaku bahwa sejak dimekarkan hingga sekarang, infrastruktur yang dibangun oleh Pemda Sula adalah satu gedung SD, rumah guru dan gedung Pustu.
“Jadi sejak dimekarkan sampai sekarang baru tiga bangunan itu yang dibikin Pemda Sula,” ungkapnya.
Menurut Kades, Yang sangat dibutuhkan saat ini adalah perbaikan jalan dari Johar ke Dofa serta pembangunan kembali talud penahan ombak yang sudah ambruk. “Yang butuhkan saat ini adalah perbaikan jalan menuju ibu kota kecamatan, serta pembangunan talud penahan air laut yang sudah rusak sehingga rumah warga sering tergenang air laut ketika pasang,” ujarnya.
Dikatakan, pemerintah Desa Johor saat ini berupaya membangun infrastruktur dasar menggunakan dana desa secara bertahap. “Karena kebutuhan desa lainnya juga harus dipenuhi, sementara keuangan terbatas,” terang M. Ali.
Ia berharap Pemda Sula dapat menaruh perhatian juga ke Desa Johor dari segi pembangunan infrastruktur.
“Saya juga saat ini berupaya membagun infrastruktur di Desa Johor menggunakan DD meski secara bertahap, kami juga berharap Pemda Sula bisa melihat infrastruktur di desa kami karena Desa Johor juga merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Sula yang harus diperhatikan,” pungkasnya. (Sarif-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!