Ketua IDI Malut Nilai Satgas Covid Ternate Belum Maksimal, Ingatkan Disiplin Prokes juga Target Vaksinasi

Ternate, Maluku Utara- Angka kasus Positif Covid-19 di Kota Ternate meningkat sekalipun dalam masa penerapan PPKM.

Sebagaimana data perkembangan Covid-19 yang disampaikan oleh tim Satgas Kota Ternate, bahwa hingga tanggal 20 Juli 2021, tercatat angka kumulatif positif Covid-19 di Kota Ternate sebanyak 2473 kasus, atau bertambah 629 kasus selama penerapan PPKM dari tanggal 6 – 20 Juli 2021.

Selain angka kumulatif, Tim Satgas Covid-19 Kota Ternate juga menyampaikan, pasien yang dalam pemantauan berjumlah 480 orang, 27 orang di antaranya dirawat di Rumah Sakit (RS), dan 453 orang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah.

Sementara pasien sembuh dari Covid-19 berjumlah 1936 orang. “Data itu per 20 Juli 2021,” tulis Tim Covid-19 Kota Ternate dalam group WhatsApp Media Center, Selasa (20/7)

Menanggapi lonjakan kasus positif di masa PPKM, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Maluku Utara, dr. Alwia Assagaf menjelaskan bahwa efek PPKM baru akan terlihat pada 10-14 hari ke depan sesuai dengan masa inkubasi Covid-19.

BACA JUGA  Rizal Marsaoly : Rencana Pembangunan RSUD Ternate Gunakan Skema KPBU, Tak Bebani APBD

Dia juga mengatakan penerapan PPKM di Kota Ternate terlihat belum maksimal, hal ini bisa dilihat dari masih adanya pelaksanaan sholat Idul Adha berjamaah di masjid-masjid yang kategori zona merah, dimana jamaahnya juga tidak disiplin Prokes.

“Padahal zona merah sudah dilarang shalat Ied, imbasnya (apakah akan ada penambahan kasus/tidak) akan terlihat 10-14 hari mendatang,” jelas Alwia saat dikonfirmasi Haliyora.id, Selasa (20/7).

Dia mengingatkan, saat ini beban kerja tenaga medis di Puskesmas sangat besar, selain tugas-tugas rutin yang dilakukan, mereka juga dituntut melakukan tracing dan juga percepatan vaksinasi. “Beban besar ini tentu membuat mereka rentan terpapar, dan ini sudah terbukti dengan banyaknya dokter dan tenaga kesehatan terpapar,” ungkap Alwia.

Karenanya Alwia kembali mengingatkan agar pelaksanaan PPKM harus betul-betul dipantau oleh Tim Satgas, dan berlakukan juga sanksi bagi yang melanggar. “Sehingga masyarakat lah yang harus mematuhi pencegahan Covid-19 dengan disiplin penerapan prokes agar mengurangi kasus, mengurangi risiko penularan, mengurangi angka rawat inap,” tutur Alwia lagi.

BACA JUGA  Sekitar 83 Peserta Festival Tokuwela Kerasukan dan Jatuh Pingsan

Alwia juga meminta kesadaran masyarakat untuk disiplin Prokes terutama penerapan 5M, serta kesediaan untuk divaksin. “Mohon kesadaran masyarakat untuk laksanakan 5M dan vaksinasi untuk secepatnya bisa capai herd immunity,” ujar Alwia.

Dia mengungkapkan capaian vaksinasi dosis satu di Kota Ternate baru 14,8 persen. Hal ini menurutnya masih jauh dari target yang harus dicapai minimal 70 persen.

“Capaian vaksinasi dosis 1 semua tahapan untuk Ternate baru 14,8%, coba bayangkan, masih sangat jauh dari target 70%. Kesadaran masyarakat untuk divaksin sangat rendah, masih selalu termakan informasi hoax,” tandas Alwia menutup. (Jai-*)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah