Ketersediaan Obat di Halsel Terbatas

Halsel, Haliyora

Kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Melati Sarhan mengatakan, stok obat di Kabupaten Halsel terbatas lantaran anggaran untuk pengadaan obat-obatan terbatas. Itu disampaikan Melati saat ditemui Haliyora, Jum’at pagi (11/06/2021)

“Anggaran pengadaan obat sangat sedikit sehingga order obat juga terbatas, akibatnya kami tidak cukup tangani suplay obat ke 32 Puskesmas serta  ke RSUD Bisui dan RSUD Obi, karena disesuaikan dengan belanja obat per tahun,” terangnya.

Melati menyebutkan dibandingkan tahun 2020, DAK di dinas kesehatan pada tahun 2021 menurun.

Pada tahun 2020 sambung Melati, DAK Dinas Kesehatan sebesar Rp 2 miliar di luar anggaran Bahan Medis Habis Pakai (BMHP)  sebesar  Rp 700 juta, sedangkan DAK Tahun 2021 hanya Rp 1.6 miliar juga di luar anggaran  BMHP Rp 700 juta.

BACA JUGA  Pandemi Covid-19 Sebabkan Ribuan Obat Dimusnahkan

“Ada Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 1 miliar, tapi itu hanya diprioritaskan untuk stok obat di dua RSUD,” ungkapnya.

Ditambahkannya, faktor lain yang membuat stok obat berkurang adalah pergantian dokter setiap enam bulan sekali. Pergantian dokter tersebut kata Melati, mengakibatkan pola peresepan obat juga berbeda, yang otomatis membuat stok obat program dan jenis lainnya ekspair (kadaluarsa). “Jadi pergantian dokter setiap enam bulan sekali itu juga sangat mempengaruhi keterbatasan stok obat,” ujarnya.

BACA JUGA  Berkas Pelanggaran Etik Oknum Anggota KPU Sula dan Haltim Diserahkan ke DKPP

Dikatakan, penyediaan obat oleh UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan kebanyakan untuk memenuhi kebutuhan RSUD, kemudian sisanya disuplai ke 32 puskesmas se-Kabupaten Halmahera Selatan.

Melatih menambahkan selain keterbatasan stok obat-obatan, gudang penyimpanan obat juga sedikit bermasalah pada struktur dasar pengalas obat (Palet) yang menurutnya harus diperhatikan.

“Setiap hari pegawai kita harus turun tangan hadapi serangga dan membersihkan seluruh obat yang ada. Ini juga masalah terkait keamanan obat-obatan yang mesti diperhatikan,” ujarnya.

Disebutkan, jumlah tenaga UPTD instalasi farmasi sebanyak 23 orang terdiri 6 PNS dan 17 PTT. (Asbar-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah