Pemprov Malut Usul Sultan Tidore Pahlawan Nasional

Sofifi, Haliyora

Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara hari ini melakukan pertemuan dengan Direktorat Kepahlawanan Keperintisan Kesetiakawanan dan  Restorasi Sosial (K2KRS) Kementerian Sosial RI, sekaligus menyerahkan data usulan Pahlawan Nasional dari Provinsi Maluku Utara. Pertemuan tersebut dilakukan di Kantor Kementrian Sosial RI di Jakarta, Senin 5 April 2021.

Kepala Seksi K2KRS Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Said Mahmud kepada Haliyora di ruang kerja mengatakan, Pengusulan Pahlawan Nasional dari Provinsi Maluku Utara sudah selesai dikaji oleh Tim Perumus dan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Maluku Utara. Bahkan dokumen  akademik juga sudah selesai.

“Kami Dinsos juga sudah menyurat kepada Gubernur Malut untuk memberikan rekomendasi. Pa gub sudah kasih rekomendasi. Pak kadis sudah bawa dokumen-deokumen itu ke Jakarta untuk diserahakan kepada Direktur K2KRS Kementerian Sosial untuk di verifikasi,” ujarnya. 

Dijelaskan, dokumen-dokumen tenteng nama-nama calon pahlawan nasional nanti dikaji oleh Direktur K2KRS Kementerian Sosial, kemudian dilakukan kajian  terakhir oleh dewan pakar, dan setelah itu baru penentuannya ada di Presiden.

BACA JUGA  Pertengahan 2026, Enam Proyek Strategis di Taliabu Belum Bergerak

“Dinsos Malut usulkan dan targetkan Sultan Zainal Abidin Syah menjadi pahlawan nasional tahun ini, karena dari 10 kabupaten/kota hanya Tidore Kepulauan yang mengusulkan nama calon pahlawan nasional yakni Sultan Zainal Abidin Syah,” ungkap Said.

Sementara saat dihubungi via WhatsApp, Kadis Sosial Provinsi Maluku Utara, Muhammad Ismail membenarkan telah melakukan pertemuan dengan Direktur K2KRS Kementerian Sosial dan sekaligus menyerahkan dokumen usulan pahlawan nasional.

“Betul, hari ini kami melakukan pertemuan dengan Direktur K2KRS Kementerian Sosial dan sekaligus menyerahkan dokumen usulan pahlawan nasional,” tulis Ismail dalam pesan singkat Whatsapp, Senin (05/04/2021).

Dalam pesan Whatsapp tersebut, kadis Sosial juga menjelaskan bahwa pemeriksaan dokumen pahlawan nasional oleh pihak K2KRS Kementerian Sosial selama dua minggu.

BACA JUGA  Pengendara Motor Terlindas Avanza di Depan Kantor Walikota Ternate

“Dokumen yang kami serahkan itu akan diperiksa oleh K2KRS Kementerian Sosial, dan waktu pemeriksaan itu selama dua minggu, setelah itu nanti ada tim dari Kemensos akan berkunjung ke daerah yang pernah ditempati oleh Sultan Zainal Abidin Syah, seperti di Tidore, Ambon dan lain lain,” tulis kadis.

Senada dengan Said, Kadis Sosial juga mengatakan Maluku Utara hanya mengusulkan satu nama untuk menjadi pahlawan nasional yakni Sultan Tidore, Zainal Abidin Syah.

Kadis Sosial, Muhammad Ismail meminta dukungan dan support dari warga masyarakat Maluku Utara, khususnya masyarakat Tikep atas perjuangan menjadikan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai pahlawan nasional tahun ini.

“Kami minta dukungan dan support serta doa seluruh masyarakat Provinsi Maluku Utara, khususnya masyarakat  Kota Tidore Kepulauan agar perjuangan menjadikan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai pahlawan nasinal tahun ini lancar dan berhasil,” imbuhnya. (Sam-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah