Bobong, Haliyora
Dua orang Karyawan Perusahaan Tambang PT. Adidaya Tangguh (ADT) tersengat tegangan listrik di desa Nggele, kecamatan Taliabu Barat, Kamis (25/02/2021) pukul 17.00 WIT.
Kedua korban masing-masing bernama Brama (37) warga desa Tikong, kecamatan Taliabu Utara dan Samrin (23) warga desa Sahu, kecamatan Taliabu Utara.
Marwan (saksi) menjelaskan kronologi kejadian berawal keduanya hendak meloloskan Dump Track yang mereka tumpangi dari kabel milik PT. PLN Unit Bobong yang pada saat itu terurai dan menghalangi badan jalan akibat tiangnya mengalami kemiringan
“Kan ada kabel yang jatuh, mungkin tiangnya miring, awalnya brama yang naik keatas untuk mengangkat kabel agar truk bisa maju, karena kabel melintang di jalan, tapi saat dia pegang kabel itu langsung tastrom. Melihat temannya tersengat aliran listrik, Samrin sang sopir dum truck hendak menarik Bram namun dirinya juga ikut tersengat,” cerita Marwan kepada Haliyora, Kamis (25/02/2021).
Untung nyawa keduanya masih diselamatkan setelah dilarikan ke Puskesmas dalam kondisi sangat parah.
“Saat ini Bram masih mendapat perawatan di Puskesmas Nggele, sedangkan Sarmin di bawa ke RSUD Bobong,” jelas Marwan.
Pihak keluarga korban meminta perhatian dan tanggungjawab pihak PT. ADT karena keduanya mendapat kecelakaan saat melaksanakan tugas perusahaan.
“Kajadian ini kan sementara mereka berdua jalankan tugas perusahaan yakni memasang patok batas area dan setelah kembali mengalami musibah di jalan. Jadi kami berharap ada perhatian serius dari pihak perusahan, minimal ada jaminan buat mereka berdua selama dalam masa kritis ini,” ungkap La Ebo, salah satu keluarga korban pada Haliyora, Kamis (25/02/2021), di RSUD Bobong.
Terpisah, Ajis Kepala bidang Eksternal PT. ADT saat dimintai tanggapan terkait kejadian menimpa dua karyawan tersebut mengatakan dirinya sudah melaporkan kejadian itu kepada atasannya.
“Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan tertinggi, namun terkait dengan jaminan kebutuhan hidup kedua korban ini nanti pimpinan kami yang jelaskan, saya tidak bisa jelaskan soal itu, yang pasti untuk jaminan kesehatan kami punya BPJS ketenagakerjaan, jadi itu sudah pasti menjadi tanggung jawab kami, tapi untuk jaminan lainnya itu nanti pimpinan kami yang jelaskan itu,” ungkap Ajis. (Ham-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!