DIKTI Yakin Rekomendasikan Pendirian Universitas NU Maluku Utara

Tenate, Haliyora

Generasi Muda dari IKA PMII Malut menggagas berdirinya Universitas Nahdatul Ulama di Maluku Utara. Bahkan sudah dibentuk satu tim untuk mempersiapkan usulan pendirian Universitan NU tersebut.

Bacaan Lainnya

Sementara tim LLDIKTI Wilayah XII, Dr. Muhammad Bugis, SE., M.Si, membenarkan ada usulan masyarakat Malut dari organisasi NU dengan nama Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara.

Sebagai pelayan lembaga pendidikan tinggi, Muhammad mengatakan pihaknya berkewajiban melakukan visitasi usulan pendirian perguruan tinggi baru itu.

“Sebagai pelayan Lembaga Pendidikan Tinggi wilayah XII, saya punya kewajiban untuk visitasi sebelum saya memberikan rekomendasi. Visitasi ini bertujuan untuk mengetahui layak atau tidak usulan dari masyarakat, meliputi visitasi dokumen dan lapangan terkait dengan lahan yang mereka punya.  Dari visitasi itu barulah keluar rekomendasi,” jelas Muhammad kepada Haliyora, Sabtu (23/01/2021)

Muhammad Bugis bahkan mengatakan dirinya yakin akan merekomendasikan pendirian Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara. Karena syarat utama sudah mereka miliki yakni lokasi.

“Saya yakin dan percaya saya akan memberikan rekomendasi karena syarat utama dan pertama yakni syarat lokasi sudah dipenuhi. Lokasi itu syarat pertama untuk aploud system di kementrian,” ujarnya.

Sementara terkait cepat atau lambatnya pemberian izin operasi, kata Muhammad, itu tergantung kecepatan tim menyiapkan dokumen dan memasukkannya ke sistem.

“Soal izin operasi dari kementerian, itu tergantung dokumen yang disampaikan, kalau dokumennya lengkap dan secepatnya dimasukkan ke system, maka izin operasional juga akan cepat keluar. Lebih cepat lebih baik,” tandasnya.

Muhammad ingatkan, bahwa rekomendasi pendirian sebuah perguruan tingg baru hanya berlaku selama satu tahun. Jika lewat satu tahun maka dianggap kadaluarsa.

“Saya ingatkan kepada tim, bahwa cepat siapkan dokumen untuk disampaikan ke kementrian, karena kalau rekomendasi pendirian perguruan tinggi baru hanya berlaku selama satu tahun, kalau lewat dianggap kadaluarsa,” kata Muhammad mengingatkan. (Jae-1)

Pos terkait