Walikota Tidore Tegaskan BUMD Harus Berdayakan Petani dan Nelayan

Tidore, Haliyora

Walikota Tidore Kepulauan. Capt H. Ali Ibrahim didampingi staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Marwan Polisiri bersama Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Muhammad Yasin, mengikuti rapat tindaklanjut  Penandatangan Komitmen Kerja Kemitraan PMA/PMDN dan UMKM, dengan dinas terkait di  ruang rapat Walikota, Rabu (20/01/2021).

Dalam rapat tersebut, walikota dan beberapa dinas terkait membahas dan menindaklanjuti instruksi presiden setelah menyaksikan Penandatangan Komitmen Kerja Sama dalam rangka Kemitraan PMA/PMDN dengan UMKM yang disaksikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Negara yang diselenggarakan Senin kemarin (18/01/2021).

Dari rapat tersebut menghasilkan ide dan saran–saran, diantaranya membuat strategi penanganan produksi satu pintu dengan menginventarisir penanaman sayur mayur yang berada di Kota Tidore, dan memberdayakan penyuluhan pertanian untuk mengarahkan petani agar menjual hasil panennya ke BUMD.

BACA JUGA  Pedagang Kecil Keluhkan Kehadiran Indomaret di Payahe, Ini Respon Pemkot Tikep

Walikota menjelaskan, Pandemi Covid-19 mempengaruhi lapangan kerja. Di Tidore ini cuma ada dua lapangan kerja, yaitu pertanian dan perikanan, untuk itu akan dibagi zona per kecamatan untuk menanam variasi tanaman dari Tidore dan daratan Oba, selanjutnya BUMD membeli dan menjual ke perusahan,” urai walikota.

Walikota menginstruksikan Kadis Ketahanan Pangan dan Kadis PMD segera mengambil langkah untuk menjual hasil produksi masyarakat ke PT. IWIP di tahun 2021, agar dapat mendorong percepatan pemulihan  ekonomi melalui pertanian dan perikanan.

BACA JUGA  Curhat Nelayan Pajeko : Minim Perhatian Pemkot Ternate, BBM juga Sulit Didapat

Selain itu, kedua instansi tersebut diminta memetakkan komiditi untuk menjaga konsistensi dengan BUMD. “Jadi jika ada produksi yang kurang, bisa dibeli dari luar Tikep untuk menutupi kekosongan sehingga pasokan ke BUMD tetap konsisten,” tandasnya.

Walikota  menegaskan akan mengarahkan BUMD untuk membeli hasil pertanian dan perikanan, dan itu dimulai pada tahun 2021 ini. “BUMD jangan hanya buat got dan jalan saja, tapi harus berdayakan petani dan nelayan dengan cara membeli hasil produksi mereka,” tandasnya. (Ata-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah