Ternate, Haliyora
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Ternate bertemu dengan tokoh agama, OKP dan Ormas dalam acara tatap muka di Royal Resto, Sabtu (05/12/2020).
Komisioner Bawaslu Kota Ternate, Rusly Saraha mengatakan dalam masa-masa minggu tenang jelang hari H pencoblosan ini rawan money politik, makanya Bawaslu berinsiatif tatap muka dengan tokoh agama, OKP, dan Ormas untuk membantu memberikan pencerahan kepada warga masyarakat dalam hal menjaga kualitas pemilihan. “Salah satunya mencegah money politik,” ungkapnya.
Rusly juga mengatakan saat ini politik uang yang menjadi ikhtiar Bawaslu, sehingga perlu mengajak masyarakat untuk ikut bersama mencegah praktek politik uang dalam pilwako.
Ia menyebut ada empat alasan terjadinya praktik politik uang yakni budaya, minimnya pendidikan politik, ketidaktahuan masyarakat dan ekonomi.
“Hal ini yang menjadi ikhtiar kita secara bersama, apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi yang berdampak pada ekonomi masyarakat. Ini rawan politik uang. Makanya saat ini Bawaslu gencar melakukan sosialisasi terutama terkait bahayanya politik uang di seluruh eleman masyarakat kota Ternate,” jelasnya.
Dikatakannya, apabila dalam minggu tenang ini ada paslon melakukan politik uang maka pasti disanksi pidana sesuai pasal 187 UU nomor 10 tahun 2016.
Dalam pasal tersebut, lanjut Rusli, akan menjerat setiap orang ketika menjanjikan uang atau memberikan materi lain kepada pemilih untuk memilih paslon tertentu. Sanksinya bisa diskualifikasi paslon yang terbukti melakukan praktek politik uang.
“Jadi sanksinya ada dua yaitu sanksi pidana dan sanksi adminitrasi,” pungkas Rulsi. (Echal-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!