Tauhid Soleman: Jika Terpilih, Agenda 100 Hari Pertama Dorong Peningkatan PAD

Ternate, Haliyora

Jaringan Komunitas Soccer (JOKER) bikin dialog terbuka dengan tajuk “Bacarita Masa Depan Kota Ternate di Mata Kandidat”.

Bacaan Lainnya

Acara ini dilaksanakan di caffe Soccer, Samping Hotel Corner, Kelurahan Stadion Ternate.

Dialog ini digagas JOKER, khusus untuk mendengar dan menilai visi, misi dan program pasangan calon walikota Ternte. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memfasilitasi masyarakat guna mengenal lebih dekat masing-masing paslon.

Pada dialog perdana, paslon dihadirkan calon walikota nomor urut empat, M. Yamin Tawary minggu lalu.

Pada Kamis (15/10/2020) kembali digelar dialog dengan Tema yang sama menghadirkan calon walikota nomor urut dua, Tauhid Soleman. Calon Walikota, M. Tauhid Soleman dalam pembukaan pemaparan materinya mengatakan, memimpin Kota Ternate harus orang yang professional.

Setelah menyampaikan materinya, giliran Tauhid menjawab pertanyaan yang dilontarkan peseta dialog. Salah satu peserta meminta tanggapan dari Tauhid tentang masalah tambang Galian C yang marak di Kota Ternate yang oleh DPRD Kota Ternate saat ini mempersoalkan izinnya dan hendak menggunakan Hak Angket untuk mempertanyakan kepada Pemkot Ternate.

Diminta tanggapannya, calon walikota yang berpasangan dengan Jasri Usman yang dinamakan pasanagn TULUS itu tidak menanggapi inti pertanyaan. Tauhid berusaha mengelak secara diplomatis.

“Ini pertanyaan jebakan, saya tara bisa jawab lebih. Jangan buka ilmu samua, nanti JOKER ambe saya pe ilmu samua,”jawab Tauhid berkelakar.
Lagi pula, sambung Tauhid, masalah Galian C itu di masa kepemimpinan walikota sekarang. “Nantilah, kalau saya deng pa Jasri diberi amanah untuk pimpin Kota Ternate, baru tong ator,”begitu jawaban Tauhid.

Selanjutnya, ketika menjawab pertanyaan peserta berikut tentang program 100 hari pertama jika terpilih, Tauhid mengatakan, jika terpilih maka torang di 100 hari pertama adalah melakukan perbaikan pendapatan.

Menurutnya, masa pandemi, PAD Kota Ternate sangat terimbas sehingga mempengaruhi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ternate.

“Saya kira yang paling mendesak untuk kita lakukan di 100 hari pertama adalah bagaimana kita mendorong perbaikan pendapatan, kerena sektor pendapatan itu mengalami penurunan akibat pandemi covid ini. Ini nanti kita dorong melalui SKPD. Kalau mereka tidak mau ya resiko sudah,”ujar Tauhid. (Jae-1)

Pos terkait