DPRD Tak Setuju Rencana Pemkot Ternate Lakukan Pinjaman

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailussy (foto: Istimewa)

Ternate, Haliyora.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menolak rencana Pemerintah Kota Ternate yang akan melakukan pinjaman sebesar 40,6 Miliar Rupiah kepada pihak ketiga melalui Kementrian Keuangan, Tahun 2020.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Muhajirin Bailussy mengatakan bahwa pinjaman yang akan dilakukan Pemkot Ternate harusnya diawali dengan pembuatan asumsi KUA-PPS secara rasional.

Misalnya, sebut Muhajirin, asumsi pendapatan, asumsi belanja, harus di sesuaikan sebaik mungkin, sehingga di tahun 2021 atau pada saat proses pergantian Walikota nanti, pemerintah yang baru tidak terbebani.

”Harus ada rasionisasi belanja-belanja yang sesuai dengan peruntukan, kok tiba-tiba anggaran ini bisa menjadi besar, dulunya di induk sekian, di KUA-PPS Perubahan anggaranya naik, prinsipnya kedepan nanti kita jangan terlalu membebankan pemerintahan yang baru”.

Muhajirin menyarankan, jika pinjaman ini terealisasi nanti, sebaiknya difokuskan pada penanganan Covid-19, dimana penekanannya lebih dikonsentrasikan pada UMKM kemudian Jaring Pengamanan Sosial, Kesehatan dan Pendidikan. Jika tidak, maka rencana Pemda ini akan terus mendapat kritik pedas dari DPRD.

Muhajirin juga mempertanyakan terkait asumsi penambahan biaya pinjaman dari 40 miliar rupiah, tiba-tiba menjadi 40,6 Miliar Rupiah.

Dia menegaskan bahwa DPRD akan menolak pinjaman yang direncanakan Pemkot Ternate dengan nilai yang terlihat fantastis.

“Massa pemerintahan saat ini kurang lebih lima bulan, seharunsya jangan ada lagi pinjaman-pinjaman, maka DPRD menilai sesuatu yang tidak normal maka Pemkot diminta jangan di paksakan”. (Sam_2)

Pos terkait