Tiga Bulan Anaknya Dikarantina, Ibu Maharani Mengadu di Kantor Lurah

- Editor

Kamis, 16 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu Maharani mendatangi kantor lurah Kelurahan Bastiong Talangame (foto : Jae/Haliyora.com)

Ibu Maharani mendatangi kantor lurah Kelurahan Bastiong Talangame (foto : Jae/Haliyora.com)

Ternate, Haliyora.com

Ibu Maharani mendatangi kantor lurah Kelurahan Bastiong Talangame, Kecamatan Ternate Selatan, Kamis pagi (16/07/2020). Ia datang hanya mau menemui Lurah setempat.

Tiba di kantor lurah, Maharani langsung menangis terisak. Sontak seluruh pegawai kantor lurah kaget. Seorang pegawai berusaha menenangkannya sambil dipersilahkan duduk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa saat kemudian Ibu paruh baya itu agak tenangan, kemudian tanpa ditanya ia menyampaikan maksud kedatanganya.

“Saya datang mau minta tolong, kalau boleh kase kaluar kita pe ana dari Hotel Velya. Kita pe ana dikarantina di sana so tiga bulan ini,”ujarnya terbata.

Wanita berhijab itu menceritakan, anak lelakinya bernama RM (18) difonis positif Covid-19 dan dikarantina di hotel Veliya sejak tiga bulan lalu.

“Anak saya itu sekolah di Pesantren. Waktu itu dia baru datang dari Temboro langsung menjalani karantina mandiri di rumah selama 15 hari, kemudian dia bersama adik-adiknya lakukan Rapid test dan hanya RM yang reaktif. setelah itu RM ditetapkan sebagai pasien OTG lalu dijemput Gugus Tugas untuk dikarantina di Hotel Velliya. Beberapa minggu kemudian RM dinyatakan positif setelah hasil tes swabnya keluar. Sejak saat itu sampai sekarang anak saya diisolasi di Hotel itu. So tiga bulan lebe ka apa ni,” cerita Maharani, Kamis (16/07/2020).

BACA JUGA  Terus Meningkat, 4 Orang Dinyatakan Positif, Jumlah Positif Corona di Malut Jadi 92 Orang

Katanya, kondisi anaknya sekarang semakin kurus, padahal sebelumnya RM badannya besar. Mata RM, kata Maharani juga rabun dan selalu memeriksakan matanya secara berkala.

“Saya sangat kasihan sekali melihat kondisi anak saya sekarang. Dia tambah kurus, padahal dia badan basar kong. Kita tanya dia, dorang (petugas kesehatan) ada kase obat apa ?, dia bilang hanya kasih fitamin saja. Anak saya itu rabun, dia harus diperiksa matanya, tapi sejak dikarantina sampai ini tara periksa,” keluh Maharani sambil mengusap air matanya.

Maharani menyampaikan maksud kedatangannya ke kelurahan. Katanya mau minta bantuan pihak kelurahan agar mengupayakan supaya anaknya dikeluarkan untuk mejalani karantina di rumah saja, sebab sudah tiga bulan lebih anaknya dikarantina tapi tidak ada titik terang.

“Saya minta tolang ibu lurah pulangkan anak saya di rumah saja. Anak saya sudah 13 kali swab hasilnya positif terus, ada satu kali negatif positif dan hasilnya tidak pernah tong orang tua lihat, dorang (petugas medis) hanya bilang positif, positif terus. ini virus apa kong tara sembuh sampai tiga bulan ?, torang ini orang susah. Anak saya itu masih sekolah. Dia pe taman-taman yang sama-sama dikarantina saja so kaluar, so sembuh, kong kita punya ini belum keluar ?, jadi tolong ngoni upayakan bagimana la dia bisa kalur nanti karantina di rumah saja,”pintanya.

BACA JUGA  Tambah Lagi 3 Orang, Jumlah Positif Corona di Malut Jadi 88 Orang

Sementara Lurah Bastiong Talangame saat ditemui wartawan di kantor camat Ternate Selatan mengakui ada warganya bernama Maharani datang meminta bantuannya untuk mengeluarkan anaknya dari hotel Velliya.

“Benar, waktu ibu Maharani datang di kantor mengeluh dan minta bantu itu, pegawai saya memberitahukan ke saya. Tapi Kita ini tidak ada kewenangan untuk pulangkan pasien, itu kewenangan Gugus Tugas dan tim kesehatan Kota Ternate,”ujarnya, Kamis (16/07/2020)

Katanya, RM dikarantina sejak bulan April di Veliya, tapi sekarang sudah dipindahkan ke Hotel Dragon.

“Makanya saya sarankan lebih baik ibu Maharani datang ke Hotel Dragon, karena anaknya sudah dipindahkan ke sana. Saya tidak dapat berbuat banyak untuk membantu, karena bukan kewenangan saya. Saya hanya bisa arahkan saja agar ibu Maharani bertemu langsung petugas kesehatan Gugus Tugas,”pungkasnya. (Jae)

Berita Terkait

Pakaian Adat Sula Resmi Dirumuskan, Ini Motif dan Desainnya
Pemkot Ternate Percepat Penerbitan SLHS untuk SPPG Penyedia MBG
Pelaksanaan CKG 2025, Halmahera Selatan Naik Urutan Keenam
Morotai Masuk Ketegori Pelayanan Kesehatan Terbaik Tingkat Nasional
Intip Kegiatan Posyandu yang Menjadi Rutinitas Pemdes Samuya Tiap Pekan
Pemdes Karamat Gelar Posyandu Rutin untuk Lansia, Bayi, dan Anak, Ini Harapan Pj Kades Rosalina
Puskesmas Nggele Hadir di Depan Pintu Rumah, Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga
Serahkan Kartu KIS, Pj Kades Samuya Tegaskan Layanan Kesehatan Untuk Warga Kurang Mampu Adalah Prioritas Utama
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:06 WIT

Pakaian Adat Sula Resmi Dirumuskan, Ini Motif dan Desainnya

Senin, 24 November 2025 - 22:09 WIT

Pemkot Ternate Percepat Penerbitan SLHS untuk SPPG Penyedia MBG

Rabu, 12 November 2025 - 16:29 WIT

Pelaksanaan CKG 2025, Halmahera Selatan Naik Urutan Keenam

Rabu, 12 November 2025 - 16:26 WIT

Morotai Masuk Ketegori Pelayanan Kesehatan Terbaik Tingkat Nasional

Senin, 10 November 2025 - 11:50 WIT

Intip Kegiatan Posyandu yang Menjadi Rutinitas Pemdes Samuya Tiap Pekan

Berita Terbaru

error: Konten diproteksi !!