Di sisi lain, komoditas besi dan baja (HS 72) mengalami penurunan sebesar US$43,57 juta atau terkoreksi 6,48 persen secara tahunan. Kendati demikian, ketiga kelompok komoditas tersebut, besi dan baja, nikel, serta bahan kimia anorganik, masih mendominasi struktur ekspor Maluku Utara dengan kontribusi mencapai 99,99 persen terhadap total ekspor.
“Secara kumulatif, ekspor ketiga golongan barang ini naik 9,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” katanya.
Dari sisi negara tujuan, seluruh ekspor Maluku Utara pada Januari 2026 tercatat mengalir ke Tiongkok dengan nilai US$1.167,08 juta. Komoditas utama yang dikirim meliputi besi dan baja, nikel, serta bahan kimia anorganik.
Menurutnya, total nilai ekspor ke Tiongkok pada Januari 2026 meningkat US$138,91 juta atau 13,51 persen dibandingkan Januari 2025. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan industri terhadap komoditas unggulan asal Maluku Utara. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!