Ia menyebutkan, saat ini terdapat tiga SPPG yang telah siap beroperasi, masing-masing berlokasi di Desa Waipa Kecamatan Sanana, Desa Kabau Kecamatan Sulabesi Barat, serta Desa Waigoiben atau Desa Fogi Kecamatan Sanana. “Progres di Kabupaten Sula sangat bagus karena sudah mencapai 90 persen. Tiga SPPG sudah siap beroperasi di lokasi tersebut,” kata Miharjruin.
Namun demikian, pihaknya masih menunggu proses pencairan anggaran melalui perbankan. Apabila seluruh tahapan administrasi telah rampung, operasional SPPG direncanakan mulai berjalan pada Senin, 26 Januari 2026.
“Kita targetkan Senin mendatang SPPG Waipa mulai beroperasi, kemudian disusul Desa Kabau, dan SPPG Waigoiben atau Fogi yang saat ini masih dalam proses survei,” jelasnya.
Lebih lanjut, Miharjruin mengungkapkan bahwa setiap SPPG akan melayani sekitar 2.000 hingga 2.300 siswa. Adapun target operasional penuh seluruh SPPG di Kabupaten Kepulauan Sula direncanakan tercapai pada Februari 2026.
Ia menambahkan, belum tercapainya progres 100 persen disebabkan oleh keterlambatan pengiriman sejumlah peralatan utama dari luar daerah. “Beberapa peralatan seperti rice timer, kompor industri, dan mobil boks masih dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa,” pungkasnya. (RMT/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!