Sofifi, Maluku Utara – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa pelaksanaan uji kompetensi (Ukom) jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II telah dilakukan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Ia memastikan proses tersebut tidak dilakukan secara personal olehnya, melainkan melalui tim dan perangkat yang berwenang.
“Ukom itu sebelumnya sudah melalui tahapan wawancara. Banyak yang menyampaikan keberatan atas hasil usulan kemarin, tetapi saya tegaskan, saya tidak mewawancarai langsung. Semua sudah ada perangkat yang menjalankan prosesnya,” ujar Sherly di Sofifi, Selasa (20/1/2026).
Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara masih akan melanjutkan agenda rotasi jabatan pada Februari 2026. Rotasi berikutnya akan difokuskan pada jabatan eselon III (kepala bidang) dan eselon IV. Untuk tahap tersebut, ia berencana melakukan komunikasi langsung guna memastikan kesiapan serta kapasitas pejabat yang akan ditempatkan.
“Sementara ini, yang sudah dirotasi silahkan bekerja dan buktikan kinerjanya. Yang belum definitif juga tetap saya minta bekerja maksimal,” tegasnya.
Sherly juga mengingatkan bahwa seluruh pejabat yang telah dilantik maupun ditunjuk telah menandatangani pakta integritas. Pemerintah Provinsi memberikan masa evaluasi kinerja selama tiga hingga enam bulan. “Kalau dalam enam bulan tidak menunjukkan performa yang baik, pasti diganti. Itu komitmen yang sudah disepakati,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!