Kemenkeu Gelar Audiensi dengan Gubernur Malut, Bahas Kinerja Fiskal dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

- Editor

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Kemenkeu wilayah Maluku Utara mengadakan rapat bersama Gubernur Sherly guna membahas kinerja fiskal dan arah pembangunan daerah. Rapat ini berlangsung di aula Kanwil DJPb Malut, Rabu (7/1/2026).

Perwakilan Kemenkeu wilayah Maluku Utara mengadakan rapat bersama Gubernur Sherly guna membahas kinerja fiskal dan arah pembangunan daerah. Rapat ini berlangsung di aula Kanwil DJPb Malut, Rabu (7/1/2026).

Sofifi, Maluku Utara – Perwakilan Kementerian Keuangan menyelenggarakan audiensi bersama Gubernur Maluku Utara (Maluku Utara) di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) wilayah Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, hadir didampingi Sekretaris Daerah Samsudin A. Kadir dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ahmad Purbaya.

Audiensi tersebut dihadiri oleh jajaran Kemenkeu wilayah Maluku Utara yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Maluku Utara, Sakop, serta seluruh pimpinan unit vertikal Kementerian Keuangan di wilayah Maluku Utara. Turut hadir Kepala Kanwil Bea dan Cukai Maluku.

Dalam paparannya, Sakop menegaskan peran strategis Kanwil DJPb di daerah melalui fungsi TREFA (Treasurer, Regional Chief Economist, Financial Advisor). Peran tersebut diwujudkan melalui berbagai output yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah, antara lain Kajian Fiskal Regional, Government Financial Statistics, ALCo Regional, Forum Komunikasi Pengelola Keuangan Negara (FKPKN), Analisis Peluang Investasi Daerah, serta Regional Fiscal in Brief.

Sakop memaparkan hasil regional economic surveillance yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara sangat tinggi, hampir delapan kali lipat dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh sektor industri pengolahan serta pertambangan dan penggalian. Namun demikian, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi basis ekonomi kerakyatan masih mengalami stagnasi.

Kinerja ekspor komoditas pertambangan, khususnya ferro nikel, mendorong surplus neraca perdagangan sebesar US$6.499,33 juta dengan nilai ekspor feronikel mencapai US$8,02 miliar. “Di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi Maluku Utara tetap terjaga pada level 1,63 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen (yoy). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus membaik dan mendekati rata-rata nasional, sementara Rasio Gini tercatat sebesar 0,299, masih berada di bawah Rasio Gini nasional 0,375,” paparnya.

Namun demikian, indikator kesejahteraan sektor ekonomi kerakyatan masih memerlukan perhatian. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) tercatat berada di bawah target nasional minimal 105. Sakop menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum sepenuhnya berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan, sehingga isu pemerataan menjadi agenda penting dalam sinergi pusat dan daerah.

BACA JUGA  Penyaluran Bantuan Perumahan Swadaya Menunggu SK Wali Kota Ternate

Dari sisi APBN, kinerja pendapatan negara Provinsi Maluku Utara Tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 47,31 persen (yoy), didorong oleh peningkatan penerimaan dari komoditas unggulan daerah, khususnya nikel dan kopra. Capaian tersebut menjadikan Maluku Utara sebagai satu-satunya provinsi yang mencatatkan pertumbuhan penerimaan negara di kawasan regional Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat (PAPAMAMA).

Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp 17.048,52 miliar atau mengalami kontraksi 9,70 persen (yoy) sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang terukur. “Untuk Tahun Anggaran 2026, alokasi APBN dan Transfer ke Daerah (TKD) bagi Maluku Utara ditetapkan sebesar Rp 14,5 triliun, menurun 20,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut merupakan implikasi kebijakan nasional dalam rangka efisiensi belanja dan realokasi untuk mendukung program prioritas nasional,” ujar Sakop

Berita Terkait

‘Work From Home’ Berlaku, Kantor Walikota Ternate Lengang: Ini Kata Tauhid
Jelang Audit BPK, Sekkot Ternate Minta OPD Proaktif
Audit Semester II, Pemkot Ternate Diberi Tiga Catatan Penting dari BPK Malut
Abdillah Kamarullah Ditunjuk Sebagai Plt Sekda Halmahera Selatan
Realisasi Fisik DKP Halsel 2025 Tuntas 100 Persen, Kadis: Kami Jadikan Bahan Evaluasi untuk Program Mendatang
Soal Pangkalan ‘Kencing’ Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi
Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku Terus Pantau Distribusi Minyak Tanah di Morotai
Pulau Morotai Dapat Bantuan Fasilitas Kesehatan dari Kemenkes
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:35 WIT

‘Work From Home’ Berlaku, Kantor Walikota Ternate Lengang: Ini Kata Tauhid

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:26 WIT

Jelang Audit BPK, Sekkot Ternate Minta OPD Proaktif

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:15 WIT

Audit Semester II, Pemkot Ternate Diberi Tiga Catatan Penting dari BPK Malut

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:06 WIT

Abdillah Kamarullah Ditunjuk Sebagai Plt Sekda Halmahera Selatan

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:08 WIT

Soal Pangkalan ‘Kencing’ Minyak Tanah di Kios, DPRD Halsel Dukung Pemberian Sanksi

Berita Terbaru

Sekkot Ternate, Rizal Marsaloy.

Headline

Jelang Audit BPK, Sekkot Ternate Minta OPD Proaktif

Kamis, 15 Jan 2026 - 20:26 WIT

error: Konten diproteksi !!