Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa pergeseran sejumlah pejabat bukanlah bentuk demosi, melainkan bagian dari penyegaran dalam struktur birokrasi. “Yang pindah posisi harus terus upgrade diri karena ini belum final. Memang ada rotasi, tapi tidak ada yang didemosi. Ini hanya untuk penyelenggaraan saja, contohnya Kepala Dinas Kehutanan yang sudah menjabat 11 tahun. Jadi ini sebenarnya kita laksanakan untuk penyegaran saja,” jelasnya.
Selain itu, Sherly juga menyoroti sejumlah jabatan pelaksana tugas (Plt) yang akan segera dievaluasi, salah satunya pada Dinas Pertanian. “Plt Kepala Dinas Pertanian karena sudah melewati tiga bulan maka akan segera direview,” ungkapnya.
Ia menambahkan, posisi jabatan yang kosong akibat rotasi sudah langsung diisi oleh pejabat pelaksana tugas dari internal dinas masing-masing. Meski begitu, dirinya tak menyebutkan pejabat internal dinas dari jabatan mana yang akan menduduki Plt.
“Ketika digeser hari ini, langsung ada Plt-nya, dan itu semua dari internal dinas, tidak ada dari luar,” pungkas gubernur perempuan pertama Maluku Utara itu. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!