Sejumlah Anggota DPRD Malut WO dari Rapat Paripurna, Ada Apa?

Sofifi, Maluku Utara – Hujan interupsi mewarnai jalannya sidang paripurna DPRD Maluku Utara dengan agenda penyampaian jawaban Gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap RAPBD 2026. Sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Malut, Husni Bopeng pada Rabu (22/10/2025), sempat terhenti setelah Wakil Gubernur Sarbin Sehe, membacakan jawaban kepala daerah atas pandangan umum fraksi.

BACA JUGA  Honor Paskibraka Morotai Belum Dibayar, Kadispora Sentil Kendala Rekening 

Berdasarkan pantauan Haliyora.Id, saat rapat dibuka oleh Wakil Pimpinan DPRD Malut, Husni Bopeng, beberapa anggota DPRD, khususnya dari Fraksi Gerindra yang diwakili oleh Nazlatan Ukhra Kasuba, mengajukan interupsi. Selain Nazlatan, interupsi juga datang dari Iswanto, anggota Fraksi Hanura. Namun, pimpinan DPRD tidak mengindahkan permintaan tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan rapat dengan meminta Wakil Gubernur membacakan jawaban pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi.

BACA JUGA  BPN Terbitkan 1.200 Sertifikat Tanah di Kota Ternate

Ketidakpuasan semakin memuncak ketika beberapa anggota DPRD merasa bahwa aspirasi dan masukan mereka tidak dianggap serius. Sebagai bentuk protes, sejumlah anggota memilih meninggalkan ruang rapat paripurna (walk out). Fraksi yang memutuskan keluar terdiri dari lima anggota Fraksi Hanura, empat anggota Fraksi Gerindra, dan tiga anggota Fraksi Golkar. (RS/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah