Dalam pertemuan itu, Sherly bersama dengan Bupati Halmahera Selatan, Halmahera Utara, dan Morotai mengajukan tiga kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi di Maluku Utara. Pertama, pembangunan jalan tani dan jembatan desa, agar hasil pertanian seperti kelapa, cengkeh, dan pala dapat terhubung langsung ke pusat pengolahan, bukan hanya terhenti di kebun. Menurutnya, infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung hilirisasi produk turunan kelapa, mulai dari coconut milk, desiccated coconut, arang, hingga cocopeat.
Kedua, ia menekankan perlunya pelabuhan internasional dan konektivitas dari pulau-pulau ke pasar global. Hal ini, ujar Sherly, akan memungkinkan petani desa untuk terlibat dalam rantai ekonomi besar dan merasakan nilai tambah langsung dari hasil kebun mereka. “Kolaborasi lintas pemerintahan dan swasta perlu dibangun untuk menciptakan ekosistem hilirisasi kelapa yang mampu memanfaatkan potensi pasar global yang bernilai triliunan rupiah setiap tahunnya,” jelasnya.
Gubernur Sherly Tjoanda juga menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah pusat akan menjadi energi baru bagi kemajuan Maluku Utara. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!