Belanja Daerah ditetapkan sebesar Rp1.113.916.020.810, dengan komponen sebagai berikut:
- Belanja Operasi: Rp986.094.130.847,71
- Belanja Modal: Rp123.571.889.962,29
- Belanja Tidak Terduga: Rp4.250.000.000
Dengan selisih antara pendapatan dan belanja, terdapat surplus anggaran sebesar Rp1.007.512.320, yang dialokasikan untuk pembiayaan pengeluaran berupa penyertaan modal daerah.
Di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan ditetapkan sebesar Rp1.992.487.680, bersumber dari SiLPA Tahun Anggaran 2024. Sementara pengeluaran pembiayaan tetap sebesar Rp3.000.000.000. Dengan demikian, pembiayaan netto tercatat minus Rp1.007.512.320, yang menutup surplus anggaran dan menjadikan Sisa Lebih Pembiayaan (SiLPA) tahun berjalan nihil.
“Ini sesuai ketentuan dalam Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, yang mengatur bahwa SiLPA tahun berjalan harus disusun dengan saldo nol,” jelas Wali Kota Tauhid dalam sambutannya. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!