Menurut Yuni, nilai investasi yang paling besar yaitu dari sektor Penanaman Modal Asing (PMA), mendominasi dengan kontribusi sebesar 90,07 persen atau Rp 40.239.012.720.566 dari total investasi.
“Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya menyumbang 9,93 persen atau sebesar Rp 4.435.985.543.283,” tambahnya.
Sebagai informasi, pada tahun 2024 total investasi yang masuk di Provinsi Maluku Utara mencapai Rp 75,02 triliun atau 80,91 persen dari target Rp 92,72 triliun. Nilai ini terdiri dari Penanaman Modal Asing atau PMA sebesar Rp 65,89 triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PDMN sebesar Rp 9,13 triliun. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!