Sofifi, Maluku Utara – Akademisi Unkhair Ternate, DR. Azis Hasyim, menyoroti lambannya respon Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, untuk membentuk tim independen guna melakukan investigasi atas isu pencemaran Teluk Weda di Halmahera Tengah (Halteng).
Sebelumnya, pencemaran lingkungan akibat aktivitas pertambangan PT IWIP di Teluk Weda, Halmahera Tengah menuai sorotan publik. Hal ini menyeruak setelah Nexus3 Foundation dan Universitas Tadulako serta WALHI Malut bersama Akademisi Unkhair, yakni Prof Muhammad Aris, mempublikasikan hasil riset mereka pada 2024 lalu. Dari hasil riset itu, ditemukan penggunaan bahan merkuri di atas ambang batas sesuai standar yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan 0,3 mg/Nm³. Selain mengancam Teluk Weda, aktivitas pertambangan juga mengancam lingkungan di Desa Gemaf, yang menjadi lokasi penampungan batubara pengekstrak bahan merkuri.
Menindaklanjuit isu pencemaran lingkungan di Teluk Weda, Gubernur pada Mei lalu meminta OPD terkait agar membentuk tim independen guna menginvestigasi lebih lanjut atas persoalan ini.
Akademisi Unkhair Ternate DR Azis Hasyim menyebut gubernur hanya mengumbar janji tanpa aksi. Hal itu tercermin dari pernyataan Kadis DLH Malut, Fachruddin Tukuboya, yang mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi terkait pembentukan tim tersebut. Hal itu diungkapkan Fachruddin di Haliyora id. edisi 30 Juli 2025.
“Logikanya adalah jika Kadis yang membidangi lingkungan saja belum mengetahui informasi pembentukan tim investigasi, maka dapat disimpulkan gubernur hanya mengumbar janji, tapi tidak serius menindaklanjutinya,” kata Azis, Kamis (7/8/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!