Sementara itu, Dandim 1514/Morotai Letkol Arh. Masykur Akmal menjelaskan bahwa kehadiran Batalyon TP 822 juga ditujukan untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal. “Melalui empat kompi produksi—pertanian, peternakan, konstruksi, dan kesehatan—kami ingin mendukung ketahanan pangan nasional dan mengangkat status Morotai dari wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdepan),” tegasnya.
Dandim juga menyebutkan bahwa dari total 1.160 prajurit dalam struktur batalyon, yang tiba saat ini baru 47 persen. Sisanya akan menyusul secara bertahap.
Markas utama batalyon akan dibangun di dua lokasi, yakni Desa Dehegila (Morotai Selatan) dan Desa Sangowo (Morotai Timur), sementara untuk sementara waktu para prajurit bermarkas di Miamari, Desa Juanga.
Komandan Batalyon TP 822/SM, Mayor Inf. Raju Pacilasera menegaskan bahwa satuannya memiliki dua misi utama: tempur dan teritorial pembangunan. “Selain menjaga kedaulatan NKRI, kami juga fokus pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, termasuk ketahanan pangan, layanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur,” tuturnya.
TP 822/Satria Magawe dihuni oleh personel dari berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya dari Pulau Morotai. (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!